BPPTKG: Erupsi Gunung Merapi Berikutnya Sudah Semakin Dekat

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 13:07 WIB
Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida dalam acara Dasawarsa Merapi Refleksi Merapi 2010 untuk Mitigasi di Masa Pandemi yang digelar virtual, Senin (26/10/2020).
Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida dalam acara Dasawarsa Merapi 'Refleksi Merapi 2010 untuk Mitigasi di Masa Pandemi'.
Yogyakarta -

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta memaparkan sejumlah data terkini terkait aktivitas Gunung Merapi. Dari data tersebut disimpulkan aktivitas Gunung Merapi masih di atas normal.

"Sampai saat ini aktivitas masih berlanjut data-data masih di atas normal, aktivitas vulkanik masih berlanjut di mana pasca letusan pada 21 Juni 2020," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida.

Hal itu disampaikan Hanik dalam acara Dasawarsa Merapi 'Refleksi Merapi 2010 untuk Mitigasi di Masa Pandemi' yang diselenggarakan secara daring, Senin (26/10/2020).

"Aktivitas kegempaan saat ini aktivitas vulkanik semakin intens gempa rata vulkanik dangkal (VTB) 6 kali sehari dan gempa multiphase (MP) 83 kali sehari, deformasi 2 cm per hari," sambungnya.

Berdasarkan data itu, Hanik menyebut waktu erupsi berikutnya semakin dekat. Hanya saja diperkirakan tidak akan sebesar erupsi 2010.

"Pemendekan jarak Electronic Distance Measurement (EDM) juga terukur dari pos-pos dan titik-titik ukur yang ada di sekeliling Merapi. Hal ini menunjukkan bahwa waktu erupsi berikutnya sudah semakin dekat," ungkapnya.

"Diperkirakan (erupsi) tidak akan sebesar 2010 dan cenderung mengikuti perilaku erupsi pada tahun 2006," jelasnya.

Ia menjelaskan ada tiga jenis erupsi pada Gunung Merapi dari tahun 2006 hingga sekarang.

"Aktivitas Merapi saat ini berbeda dengan erupsi tahun 2010 dan berbeda erupsi 2006. Ada tiga erupsi dengan karakter yang berbeda," kata Hanik.

Labih lanjut, menurutnya erupsi kali ini adalah erupsi dengan rangkaian yang panjang dimulai sejak bulan Mei 2018. Perbedaannya, pada erupsi kali ini indeks eksplosifitas paling rendah.

"Sudah dua tahun lebih di mana erupsi didominasi dengan gas bersifat eksplosif tetapi dengan indeks eksplosifitas rendah yaitu satu atau jika dibanding dengan erupsi tahun 2010 seperseribu dan seperseratus jika dibanding dengan indeks erupsi tahun 2006," terangnya.

Hingga saat ini status Gunung Merapi masih pada level II atau waspada. Meski demikian ia meminta agar masyarakat selalu waspada dan siap.

"Status Merapi masih waspada dan aktivitas masih berlangsung kita harus siap," pintanya.

Dengan belum berakhir pandemi Corona penanganan dan mitigasi sangat berbeda. Hanik menyatakan bahwa erupsi besar Merapi tahun 2010 memberikan pembelajaran yang sangat berarti dalam pengelolaan bencana gunung api baik dari sisi data ataupun teknis.

"Erupsi Merapi adalah sebuah keniscayaan yang masyarakat sudah beradaptasi dengannya. Hidup harmoni dengan Merapi adalah slogan, tidak sekadar slogan. Namun sudah menjadi bagian dari pola hidup masyarakat gunung berapi," tutupnya.

Lihat juga video saat 'Detik-detik Gunung Sinabung Erupsi Lagi':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)