16 Kasus Baru Corona di Klaten, 3 di Antaranya Nakes

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 19:59 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Foto: Edi Wahyono)
Klaten -

Pemkab Klaten mencatat penambahan 16 kasus baru virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya. Tiga di antaranya merupakan tenaga kesehatan (nakes) yang terdiri dari RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten dan dua orang tenaga kesehatan Puskesmas Jogonalan II Klaten.

Pihak RSST membenarkan seorang nakesnya positif Corona. Yang bersangkutan diketahui positif dari hasil screening.

"Memang benar ada satu orang. Ini lanjutan dari screening yang kita lakukan," kata Direktur Medik dan Keperawatan RSST Klaten dokter Juli Purnomo saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (24/10/2020).

Juli menyebut pihaknya masih melakukan screening ke semua karyawan RSST. Saat ini ada setengah dari semua karyawan RSST yang di-screening.

"Kita sudah dapat separuh karyawan yang di-screening. Mungkin dapatnya dari luar, mudah-mudahan tidak dari dalam," ujar Juli.

Dia menerangkan kondisi nakesnya yang terkonfirmasi Corona tidak menunjukkan gejala, atau orang tanpa gejala (OTG). Sehingga yang bersangkutan diminta isolasi mandiri di RSST.

"Untuk sementara kita isolasi mandiri di RSST agar tidak menularkan ke orang lain. Yang bersangkutan tinggal di Ambarawa jadi tracing mungkin dilakukan disana," terang Juli.

Terpisah, Ketua Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kecamatan Jogonalan, Sutopo membenarkan ada dua tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Jogonalan II terkonfirmasi positif COVID-19.

"Betul. Tadi saya sudah mendapatkan pemberitahuan dari kepala Puskesmas dan yang bersangkutan positif dari hasil swab," terang Sutopo saat dihubungi detikcom.

Sutopo menerangkan kedua nakes tersebut bukan berasal dari Kecamatan Jogonalan. Salah seorang di antaranya tinggal di Kecamatan Prambanan, dan seorang lagi tinggal di Kecamatan Klaten Tengah.

"Jadi tinggal di luar Kecamatan Jogonalan. Senin pekan depan rencana diswab semua," imbuh Sutopo.

Menurut Sutopo yang juga Camat Jogonalan, pelayanan Puskesmas Jogonalan tidak ditutup total.

"Pelayanan tetap buka tapi tidak maksimal. Ini sudah dikoordinasikan dengan dinas kesehatan rencananya Senin (26/10) sebanyak 15 pegawai yang kontak erat akan diswab," ujar Sutopo.

Sementara itu, Juru bicara Satgas PP COVID-19 Kabupaten Klaten dr Cahyono Widodo mengatakan hari ini ada penambahan 16 kasus positif Corona. Tambahan 16 kasus baru itu berasal dari 10 wilayah.

"Berasal dari Kecamatan Kalikotes, Prambanan, Ngawen, Delanggu, Juwiring, Klaten Utara, Polanharjo, Klaten Selatan, Prambanan dan Klaten Tengah. Satu meninggal dunia," tutur Cahyono.

Penambahan kasus baru itu yakni S (55) dari Kecamatan Kalikotes, UP (51), YR (15), S (60) dan TS (47) dari Prambanan, IA (12) dan SS (66) dari Ngawen, IP (66), BAH (80) dari Delanggu, S (68) dari Juwiring, HH (31) dari Klaten Utara, BS (61) dari Polanharjo.

Satu kasus terkonfirmasi hasil screening nakes dari RSST berinisial FM (35) alamat di Klaten Selatan, serta dua nakes dari Puskesmas Jogonalan II berinisial SS (52) dari Prambanan dan TY (33) dari Klaten Tengah.

"Ada tiga nakes ikut positif, sedangkan pasien positif baru yang meninggal dunia berinisial S (63) berasal dari Kecamatan Delanggu," terang Cahyono.

Dengan kasus hasil screening RSST dan Puskesmas Jogonalan II, ujar Cahyono, telah diambil langkah-langkah koordinasi dengan Satgas Kabupaten dan Satgas Kecamatan. Untuk OTG dilakukan isolasi mandiri dengan pantauan dari petugas terkait.

"Kita sedang lakukan mapping. Kontak erat kasus dilakukan tracing kontak dan karantina mandiri dan swab serta melakukan desinfeksi ruangan," pungkas Cahyono.

Untuk diketahui, sebelumnya empat pegawai Puskesmas Cawas 1 dan empat Puskesmas Jambukulon, Kecamatan Ceper terkonfirmasi positif COVID-19. Disusul satu orang tenaga kesehatan dari Kecamatan Manisrenggo juga dinyatakan positif Corona.

(ams/ams)