Update Corona Jateng 21 Oktober: 31.425 Positif, 2.359 Meninggal

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 14:15 WIB
Update Corona di Jateng 21 Oktober 2020: 31.425 Positif, 2.359 Meninggal
Update Corona di Jateng 21 Oktober 2020. (Foto: dok tangkapan layar corona.jatengprov.go.id)
Yogyakarta -

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperbarui data kasus virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya hari ini. Tercatat hingga siang ini ada total 31.425 kasus terkonfirmasi positif virus Corona di Jateng.

Dari data yang diunggah di website corona.jatengprov.go.id pada Rabu (21/10/2020) pukul 12.00 WIB, dari angka di atas, terdiri dari 3.632 pasien masih dirawat, 25.434 sembuh, dan 2.359 meninggal.

Bila dibandingkan dengan data kemarin maka ada penambahan jumlah kasus positif virus Corona di Jateng sebanyak 571 kasus. Sedangkan jumlah pasien virus Corona yang dirawat bertambah 360, dan jumlah pasien Corona yang meninggal bertambah 21.

Selain itu, Pemprov Jateng juga mengungkap hingga hari ini masih ada 3.302 kasus suspek Corona di wilayahnya. Bila dibandingkan dengan data kemarin, maka ada penambahan jumlah suspek Corona sebanyak 18 kasus.

Di situs tersebut Pemprov Jateng kini tak lagi mencantumkan data kasus probabel COVID-19.

Update Corona di Jateng 21 Oktober 2020: 31.425 Positif, 2.359 MeninggalUpdate Corona di Jateng 21 Oktober 2020: 31.425 Positif, 2.359 Meninggal Foto: dok. tangkapan layar corona.jatengprov.go.id

Istilah 'suspek dan probable' tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Tidak ada lagi istilah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), ataupun orang tanpa gejala (OTG).

Berdasarkan Kepmenkes tersebut, berikut ini definisi kasus suspek:
a. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.

c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Selanjutnya, kasus Probable yakni kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS***/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

(ams/sip)