Rekan Ungkap Momen Ketua Gerindra Pekalongan Sebelum Tewas Kecelakaan

Robby Bernardi - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 16:14 WIB
Rumah duka Ketua Gerindra Kabupaten Pekalongan Nunung Sugiartoto, Selasa (20/10/2020).
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Pekalongan, Catur Ardiansyah. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kabupaten Pekalongan -

Ketua DPC Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Nunung Sugiantoro (40), meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Tol Solo-Ngawi pagi tadi. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Pekalongan, Catur Ardiansyah, mengungkap momen terakhir Nunung sebelum berangkat ke Jawa Timur hingga akhirnya tewas dalam kecelakaan pagi tadi.

"Sebelumnya, kita ada kegiatan full. Konsolidasi partai, ada kunjungan Sekjen dan DPD (Gerindra). Tadi pagi-pagi dia berangkat menyusul kunjungan kerja ke Madiun," ujar Catur kepada wartawan di rumah duka, Dukuh Cokrah RT 003/002, Desa Karangkondang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Selasa (20/10/2020).

Catur mengungkap Nunung langsung berangkat ke Madiun usai acara internal partai tersebut. Dia menduga sopir yang mengemudikan mobil Nunung mengantuk sehingga mengakibatkan kecelakaan.

"Setelah kegiatan internal partai, beliaunya langsung berangkat. Sopirnya mungkin mengantuk, beliaunya juga capek, tidak sangka kejadian itu," kata Catur.

"Tidak ada tanda apa-apa atau yang aneh-aneh. Kita sempat makan tengkleng bersama, di situ rombongan. Kita tidak menyangka," lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Catur menyampaikan Nunung merupakan sosok yang baik, tak memiliki masalah, pekerja keras dan jadi panutan bagi kader partai lainnya. Dia bercerita, Nunung memulai karier politiknya sejak 2014. Hingga akhirnya menjadi Ketua DPC Gerindra Kabupaten Pekalongan pada 2018.

"Semua tugas dijalankan dengan baik, beliau dipercaya Pak Prabowo untuk menjadi Ketua DPC Gerindra Kabupaten Pekalongan dari tahun 2018 sampai sekarang," jelasnya.

"Mari kita doakan saja, agar segala amal almarhum diterima di sisi-Nya," pungkas Catur.

Diwawancara terpisah, teman Nunung semasa SMA, Hadi Waluyo, juga mengenang temannya itu sebagai orang yang pendiam dan tak pernah neko-neko.

"Selepas SMA, beliau melanjutkan ke Undip di Fakultas Teknik. Selepas itu, merantau ke luar Jawa," kata Hadi Waluyo kepada wartawan di rumah duka.

Dia melanjutkan, setelah lulus dari Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang, Nunung sempat merantau di Kalimantan untuk bekerja sebagai karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

"Setelah merantau cukup lama, Nunung memutuskan untuk pulang kampung dan merintis wirausaha di bidang kayu. Tahun 2014, dirinya ikut mencalonkan diri menjadi calon legislatif dari Partai Gerindra," katanya.

"Banyak orang yang menyukainya. Karena sikapnya yang baik pada semua orang," kata Hadi.

(sip/rih)