SMA N 2 Klaten Ditunjuk Jalani Simulasi Sekolah Tatap Muka di Jateng

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 11:15 WIB
SMAN 2 Klaten akan menjalankan simulasi sekolah tatap muka, Kamis (15/10/2020)
Suasana SMAN 2 Klaten yang akan menjalankan simulasi sekolah tatap muka, Kamis (15/10/2020). Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Klaten -

SMAN 2 Klaten ditunjuk untuk menjalankan simulasi pembelajaran atau sekolah tatap muka tingkat SMA di Jawa Tengah. Seperti apa persiapannya?

"SMAN 2 Klaten memang ditunjuk mewakili Cabang Dinas V Jawa Tengah untuk simulasi tatap muka. Maka kita buat video simulasi dan kemarin sudah dipresentasikan di Disdikbud Jawa Tengah," ungkap Kepala SMAN 2 Klaten, Suharjo saat dihubungi detikcom, Kamis (15/10/2020).

Suharjo menjelaskan simulasi sekolah tatap muka di SMAN 2 akan dilakukan oleh siswa kelas X. Siswa kelas X dipilih agar bisa beradaptasi karena setelah tahun ajaran baru mereka belum pernah masuk kelas.

"Itu untuk mengadaptasikan pembelajaran di SMA karena anak klas X belum pernah masuk kelas," terang Suharjo.

Selain persiapan pihak sekolah, Suharjo melanjutkan, orang tua siswa juga telah menyetujui rencana tersebut. Menurut Suharjo, 82 persen orang tua telah setuju dan mengizinkan anaknya sekolah tatap muka.

"Dan kita juga sudah mendapatkan izin dari Pjs Bupati melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten," lanjutnya.

Lebih lanjut Suharjo memaparkan, jumlah siswa yang akan terlibat dalam simulasi sekolah tatap muka di SMAN 2 Klaten yakni 71 hingga 110 orang. Pihak sekolah nantinya juga akan mempresentasikan persiapan simulasi sekolah tatap muka di depan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

"Kita nantinya presentasi di depan Gubernur baru kemudian simulasi tatap muka berjalan. SK Penetapan sebagai dasar pelaksana simulasi tatap muka saat ini dalam proses dan semoga semua lancar," urainya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Klaten, Kawit Sudiyono, menambahkan persiapan penerapan protokol kesehatan menjadi catatan penting untuk simulasi sekolah tatap muka ini.

"Tentu protokol kesehatan harus dipersiapkan dengan baik dan dilaksanakan. Termasuk sarana yang digunakan," kata Kawit.

Dia memperkirakan simulasi akan berlangsung pekan depan. Dipastikan per kelas akan diisi 2/3 atau 1/3 siswa dengan persetujuan dan izin orang tua.

Selain itu, menurutnya 25 SMA negeri dan swasta di Klaten secara umum telah siap melaksanakan sekolah tatap muka. Sejumlah persiapan sudah dilakukan masing-masing sekolah, sehingga ketika izin telah ada maka sekolah tatap muka bisa langsung dijalankan.

"Sarana mulai dari hand santizer, thermogun dan tempat cuci tangan sudah ada di setiap kelas. Jadi apabila nantinya mulai diizinkan seluruhnya sudah langsung jalani," urai Kawit.

Diwawancara terpisah, Juru bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten dokter Cahyono Widodo saat dikonfirmasi mengatakan izin untuk simulasi di SMAN 2 itu sudah masuk ke Pemkab Klaten.

"Sudah masuk kelihatannya beberapa hari lalu. Tidak masalah asalkan semua protokol kesehatan dilaksanakan," kata Cahyono kepada detikcom di kompleks Pemkab Klaten, hari ini.

(sip/mbr)