Rektor UGM: Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemerintah Tak Usah Turun ke Jalan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 16:26 WIB
Rektor UGM Prof Panut Mulyono di kantor Gubernur DIY, Senin (12/10/2020).
Rektor UGM, Prof Panut Mulyono. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Yogyakarta -

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Panut Mulyono meminta mahasiswa untuk tidak turun ke jalan dalam menyampaikan kritikan terhadap pemerintah. Dia menilai hal itu dapat dilakukan secara daring untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus Corona atau COVID-19.

"Kalau kami jelas mengimbau bahwa mahasiswa di dalam mengkritisi apapun kebijakan pemerintah itu tidak usah turun ke jalan," kata Panut saat ditemui wartawan di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Senin (12/10/2020).

Menurutnya, imbauan demo agar tidak turun ke jalan ini selaras dengan Dirjen Dikti yang sudah mengeluarkan surat edaran kepada para rektor agar membimbing mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya.

"Menyampaikan aspirasi kritis kepada hal yang dikeluarkan pemerintah (itu) dilakukan secara akademis dan dialog," ucapnya.

Terlebih lagi, lanjut Panut, saat ini pandemi COVID-19 belum berakhir sehingga perlu penerapan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran virus Corona. Oleh karena itu, untuk menyikapi kebijakan pemerintah, Panut menilai jika dapat dilakukan melalui diskusi saja.

"Universitas tempat intelektual ketika berbeda pandangan entah kebijakan baru dari pemerintah atau apa ya sebaiknya kita imbau kita harapkan para mahasiswa mengkajinya secara kritis akademis di dalam kampus dengan diskusi, FGD (forum group discussion) seminar dan lain-lain," ujarnya.

Panut menjelaskan nantinya, kritik mahasiswa melalui diskusi hingga seminar itu akan disalurkan pihaknya kepada pemerintah maupun DPR.

"Dan nanti formula usulan bisa kita salurkan ke pemerintah ke DPR, ke mana lagi dan kami dengan senang hati menemani diskusi dengan dilakukan adik mahasiswa dan membantu menyampaikan aspirasinya," ujarnya.

Terkait pencegahan COVID-19 pasca-aksi tanggal 8 Oktober, UGM melalui Satgas COVID-19 mempersilakan mahasiswa yang ikut demo agar rapid test di kampus. Kampus, kata Panut, memiliki kepentingan untuk memastikan tak ada penularan virus Corona.

"Sehingga adik-adik yang mengikuti itu (demo) dan ada keperluan bagi kami untuk meyakinkan bahwa mereka tidak ketularan atau nulari kita ada satgas untuk mengetes itu rapid test untuk adik-adik yang perlu kita yakinkan kesehatannya," ucap Panut.

(sip/ams)