Pelaku Perusakan Al-Qur'an di Masjid Sukoharjo Ditangkap!

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 12:52 WIB
Jumpa pers kasus perobekan Al-Quran di Sukoharjo, Rabu (7/10/2020).
Rilis kasus perusakan Al-Qur'an di Mapolres Sukoharjo, Rabu (7/10/2020). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Sukoharjo -

Polisi menangkap pelaku perusakan Al-Qur'an di Masjid Al-Huda, Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo. Pelaku merupakan seorang wanita berinisial ES (49).

Polisi menerima laporan temuan sobekan Al-Qur'an bertebaran pada Selasa (6/10) pagi. Sekitar satu jam setelah laporan diterima, pelaku ditangkap.

"Kami menerima laporan pukul 06.00 WIB, lalu kami menangkap pelaku pukul 07.15 WIB. Lokasinya sekitar 5 kilometer dari masjid," kata Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas di Mapolres Sukoharjo, Rabu (7/10/2020).

Bambang menyebut saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Solo. Dari keterangan saksi, ES disebut pernah menjalani perawatan karena gangguan kejiwaan.

"Menurut keterangan saksi, pelaku sudah pernah dirawat karena masalah kejiwaan di Klaten. Kasus tetap kita proses sambil menunggu hasil pemeriksaan RSJD Solo," katanya.

Selain pemeriksaan kejiwaan, pelaku juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.

"Betul kami sedang memeriksa kejiwaan pelaku. Terkait hasilnya, tim medis yang berhak menyampaikan," ujar Kasubag Hukum dan Informasi RSUD Ir Soekarno, Sri Sunarni.

Sebelumnya diberitakan, warga RT 02/RW 04 Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo digegerkan dengan temuan ceceran sobekan Al-Qur'an di Masjid Al-Huda. Ceceran Al-Qur'an itu pertama kali ditemukan oleh takmir masjid, Suyono.

"Waktu mau salat subuh, tahu-tahu Al-Qur'annya sudah bertebaran di tempat imam. Jemaah lalu menjalankan salat seperti biasa tanpa mengubah kondisi Al-Qur'an," kata Suyono kepada wartawan di Mapolres Sukoharjo, Rabu (7/10).

Usai salat subuh, Suyono lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Tawangsari. Polisi lalu mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Saya laporkan kepada kepolisian. Saya juga imbau kepada jemaah saya dan masyarakat agar tidak terprovokasi. Biar kasus ditangani oleh kepolisian," ujarnya.

(ams/sip)