4 SMP Negeri di Rembang Gelar Simulasi Sekolah Tatap Muka

Arif Syaefudin - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 15:39 WIB
Pjs Bupati Rembang Imam Maskur saat meninjau simulasi sekolah muka tatap di SMP N 1 Pamotan, Senin (5/10/2020).
Pjs Bupati Rembang Imam Maskur meninjau simulasi sekolah tatap muka di SMP N 1 Pamotan, Senin (5/10/2020). (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Rembang -

Empat SMP negeri di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menggelar simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) atau sekolah tatap muka hari ini. Hal ini untuk persiapan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

"Empat SMP negeri yang menggelar simulasi sekolah tatap muka itu adalah SMP N 1 Pamotan, SMP N 1 Kragan, SMP N 1 Sale, dan SMPN 1 Sumber," kata Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Rembang Imam Maskur kepada wartawan usai meninjau di SMP N 1 Pamotan, Senin (5/10/2020).

Hari ini Imam bersama rombongan meninjau pelaksanaan simulasi sekolah tatap muka di SMP N 1 Pamotan. Menurut Imam, dari awal siswa memasuki gerbang sekolah, mereka harus melalui pengukuran suhu tubuh, mencuci tangan, kemudian menerima hand sanitizer gratis dari pihak sekolah.

"Setelah itu siswa langsung menuju ke kelas masing-masing yang mana sudah ada guru yang mengarahkannya duduk di bangku masing-masing dengan jarak lebih dari 1 meter," kata Imam.

Selain itu, berdasar keterangan dari guru setempat, Imam menyebut para siswa berangkat sekolah seluruhnya diantar oleh wali murid masing-masing. Mereka tidak diperkenankan untuk menaiki angkutan umum.

"Kalau ada siswa yang berangkat atau pulangnya naik kendaraan umum saya tidak merekomendasikan. Makanya tadi kepala sekolah menyampaikan kepada orang tua, kalau seandainya khawatir terhadap anaknya silakan pembelajarannya pakai daring nggak masalah, jadi ini sudah ada tanda tangan orang tua yang menyetujui pembelajaran tatap muka," tuturnya.

Kepada para siswa, Imam juga meminta setelah pulang sekolah seragamnya langsung dicuci dan mandi untuk meminimalisir penyebaran virus Corona.

Sementara itu, Kepala SMP N 1 Pamotan, Tri Budiyono, menjelaskan jumlah siswa yang masuk setengah dari total 256 siswa kelas VII untuk menghindari kerumunan. Siswa yang masuk juga dibagi menjadi dua tahap, tahap 1 masuk pukul 07.30 WIB dan tahap 2 pukul 08.10 WIB, sehingga jam pulang pun berbeda.

"Hari ini kami memasukkan absensi nomor 1 sampai 16, terus besok pagi nomor 17 sampai 32 besok masuk. Hanya empat mata pelajaran," kata Tri.

Menurutnya, simulasi dilakukan untuk siswa kelas VII. Jika berjalan lancar, Tri menyebut akan memberlakukan belajar tatap muka kepada siswa kelas VIII, begitupun selanjutnya sampai kelas IX.

(rih/mbr)