3 Paslon Berlaga di Pilbup Kendal, Paling Tajir Punya Harta Rp 47,3 M

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jumat, 25 Sep 2020 21:02 WIB
Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Foto: Ilustrasi Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Kendal -

Tiga pasangan calon (paslon) berlaga di kontestasi Pemilihan Bupati (Pilbup) Kendal 2020. Dari ketiga paslon ini siapa yang paling tajir?

Dilihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses pada situs elhkpn.kpk.go.id, Jumat (25/9), masing-masing paslon sudah menyerahkan laporan harta kekayaannya. Ketiga paslon peserta Pilbup Kendal yakni Dico M Ganinduto-Windu Suko Basuki, Ali Nurudin-Yekti Handayani, dan Tino Indra Wardono-M Mustamsikin.

Paslon Dico M Ganinduto dan Windu Suko Basuki diusung lima parpol, yakni Golkar (3 kursi), Demokrat (3 kursi), PAN (3 kursi), PKS (2 kursi) dan Partai Perindo (1 kursi), atau total 12 kursi di DPRD Kendal. Kemudian paslon Ali Nurudin-Yekti Handayani diusung PKB (10 kursi), Gerindra (6 kursi), NasDem (2 kursi), total 18 kursi. Dan pasangan Tino-Mustamsikin diusung PDIP (10 kursi) dan PPP (5 kursi), total 15 kursi.

Berikut rincian daftar kekayaan tiap paslon:

1. Dico M Ganinduto-Windu Suko Basuki
Mengutip LHKPNnya, Dico menyerahkan laporan pada 31 Agustus 2020. Dalam LHKPN-nya itu dia memiliki total kekayaan senilai Rp 7.714.104.826.

Suami aktris Caca Frederica ini memiliki tanah dan bangunan seluas 525 m2/200 m2 di Kota Jakarta Selatan, dengan status hibah tanpa akta. Rumah dan tanah di Jaksel ini senilai Rp. 2.665.845.000.

Kemudian Dico juga memiliki alat transportasi dan mesin berupa Toyota Land Cruiser tahun 2008 Rp 931,254 juta; motor MV Agusta F3 800 tahun 2014 senilai Rp 365 juta; dan mobil Toyota Innova Venturer tahun 2017 senilai Rp 318 juta. Kendaraan ini tercatat sebagai hasil sendiri.

Dia juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp 300 juta, surat berharga senilai Rp 361,5 juta, kas dan setara kas sebesar Rp 3,03 miliar. Dico juga tercatat memiliki utang senilai Rp 258, 039 juta.

Sedangkan wakilnya Windu Suko Basuki tercatat memiliki total harta senilai Rp 47,3 miliar. Windu menyerahkan LHKPNnya pada 4 September 2020 lalu.

Dari total 47,3 miliar, Rp 28,66 miliar di antaranya merupakan tanah dan bangunan. Total ada 18 tanah dan bangunan milik Windu yang berlokasi di area Semarang dan Jakarta Selatan, semuanya tercatat sebagai hasil sendiri. Tanah dan bangunan termahal berlokasi di Semarang dengan luas tanah 754 m2 senilai Rp 8,42 miliar.

Kemudian Windu juga melaporkan 27 alat transportasi dan mesin yang dia miliki dengan total nilai Rp 7,95 miliar, semua itu tercatat sebagai hasil sendiri. Alat transportasi itu terdiri dari mobil Hino Truck, Mitsubishi truck tangki hingga mobil Hummer Jeep tahun 2011 senilai 900 juta serta motor Harley Davidson FLHTK Ultra Limited tahun 2013 senilai Rp 500 juta.

Windu juga memiliki surat berharga sebesar Rp 8 miliar, kas dan setara kas Rp 2,78 miliar. Sehingga total kekayaan Windu Rp 47.339.435.568.

2. Ali Nurudin-Yekti Handayani
Cabup Ali Nurudin tercatat melaporkan LHKPN-nya pada 18 Agustus 2020 lalu. Dalam LHKPN-nya itu Ali tercatat memiliki harta senilai Rp 28,3 miliar.

Dari 28,3 miliar itu, Rp 25 miliar di antaranya merupakan tanah dan bangunan. Ada 7 tanah dan bangunan di wilayah Kendal yang dilaporkan Ali dalam LHKPNnya itu. Dengan harga tertinggi tanah dan bangunan seluas 21,4 m2/21,4 m2 di Kendal dari hasil sendiri senilai Rp 7,5 miliar.

Ali juga melaporkan ada lima alat transportasi dan mesin yang dia miliki senilai Rp 613 juta. Dengan Alat transportasi itu terdiri dari Toyota Kijang Innova 2.0, Toyota New Camry 2.4 AT, Toyota Calya, motor Yamaha 2 DP Non ABS, dan Honda Scoopy.

Ali juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp 602,5 juta, kas dan setara kas senilai Rp 2,49 miliar. Namun, Ali juga tercatat memiliki utang senilai Rp 400 juta sehingga total kekayaan Ali Nurudin sebesar Rp 28.313.366.558.

Sedangkan wakilnya, Yekti Handayani tercatat melaporkan LHKPN-nya pada 3 September 2020. Cawabup Yekti melaporkan memiliki total harta senilai Rp 3,5 miliar.

Dari Rp 3,5 miliar itu, Rp 2,02 miliar terdiri dari tanah dan bangunan. Ada tiga bangunan dan tanah yang dilaporkan yang berlokasi di Kendal dengan nilai tertinggi senilai Rp 1,5 miliar. Semua tanah dan bangunan ini diberi catatan hasil sendiri.

Yekti juga memiliki dua alat transportasi dan mesin senilai Rp 1,35 miliar. Alat transportasi itu terdiri dari mobil Minicoprs Micro/Minibus tahun 2018 senilai Rp 800 juta, dan mobil Toyota Fortuner tahun 2016 senilai Rp 550 juta.

Harta bergerak lainnya yang dimiliki Yekti senilai Rp 71,5 juta, kas dan setara kas sebesar Rp 104,71 juta. Sehingga total kekayaan Yekti mencapai Rp 3.551.067.817.

3. Tino Indra Wardono-Mukh Mustamsikin
Tino tercatat melaporkan LHKPNnya pada 2 September 2020. Dalam LHKPNnya itu, Tino mencantumkan memiliki harta Rp 7,59 miliar.

Dari 7,59 miliar itu, Rp 6,35 miliar terdiri dari tanah dan bangunan di wilayah Kota Semarang. Dari ketiga tanah dan bangunan itu termahal tanah seluas 200 m2/200 m2 di Kota Semarang senilai Rp 3,5 miliar.

Tino juga melaporkan dua alat transportasi dan mesin senilai Rp 650 juta. Keduanya yakni mobil Toyota Kijang Innova 2.0 Va tahun 2010 senilai Rp 150 juta, dan mobil Toyota Alphard 2.4G A/T tahun 2012 senilai Rp 500 juta.

Tino juga memiliki kas dan setara kas senilai Rp 1 miliar, dan utang sebesar Rp 409 juta. Sehingga total kekayaan Tino senilai Rp 7.590.420.397.

Sedangkan pasangannya, Mukh Mustamsikin melaporkan memiliki harta senilai Rp 2,08 miliar. LHKPN itu dilaporkan Mustamsikin pada 3 September 2020 lalu.

Dari Rp 2,08 miliar itu, Rp 810 juta terdiri dari tanah dan bangunan di Kendal. Kemudian Mustamsikin juga melaporkan lima alat transportasi dan mesin dengan nilai Rp 634 juta.

Alat transportasi Mustamsikin itu terdiri dari motor Honda ATI11211301 A/T Tahun 2015 seharga R 6 juta hingga mobil Toyota Alphard 2.4 G A/T Tahun 2012 senilai Rp 340 juta. Dia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 452,23 juta, surat berharga Rp 60 juta, kas dan setara kas senilai Rp 615,26 juta.

Mustamsikin juga memiliki harta lainnya senilai Rp 115 juta, dan utang senilai Rp 600 juta. Sehingga total kekayaan Mustamsikin senilai Rp 2.086.499.897.

Dari rincian tersebut Cawabup Windu Suko Basuki merupakan calon yang paling tajir di Kendal dengan total harta sebesar Rp 47,33 miliar. Kemudian Cawabup Kendal Mukh Mustamsikin menjadi calon yang memiliki jumlah kekayaan paling sedikit dengan nilai Rp 2,08 miliar.

(ams/mbr)