Buron Penipuan Rp 4,6 M Ditangkap di Banyumas

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 12:47 WIB
Buronan kasus penipuan Rp 4,7 miliar ditangkap di Purwokerto, Kamis (17/9/2020).
Foto: Buronan kasus penipuan Rp 4,6 miliar ditangkap di Purwokerto, Kamis --17/9/2020. (Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto, Banyumas, Jateng, menangkap Muhammad Zakaria (42) yang merupakan buron kasus penipuan jual beli tanah. Narapidana tersebut ditangkap setelah menipu pembeli tanah sejumlah Rp 4,6 miliar.

"Sekitar pukul 08.45 WIB tadi, tim berhasil mengamankan satu DPO inkrah bulan Mei 2019 putusan Mahkamah Agung atas nama Muhammad Zakaria (42) dengan pidana 1 tahun 6 bulan perkara penipuan tentang jual beli tanah. Kerugian kalau tidak salah diberkas Rp 4,6 miliar," kata Kajari Purwokerto Sunarwan kepada wartawan di kantornya, Kamis (17/9/2020).

Sunarwan menjelaskan Zakaria ditangkap di rumah kakaknya yang berada di Kelurahan Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat. Kasus penipuan ini, lanjut Sunarwan, terjadi pada tahun 2014 dan sempat disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto dan dinyatakan bebas.

Namun jaksa langsung mengajukan kasasi dan turun keputusan MA pada Mei 2019. Sejak saat itu, Zakaria tidak lagi terlihat dan ditetapkan sebagai DPO.

"Inkrah bulan Mei 2019, berati (DPO) sekitar 1 tahun. Kita sudah pernah mapping di Yogya, di Tasik (Tasikmalaya) juga pernah. Alhamdulillah tadi malam kita berhasil mapping yang betul-betul valid. Tadi pagi kita ambil di rumah kakaknya. Kita kerjasama dengan pihak kepolisian karena dia baru datang dari Yogyakarta tadi malam. Setelah ini langsung dieksekusi ke LP sebagai narapidana," ucapnya.

Dia menjelaskan jika korban penipuan jual beli tanah hanya satu orang atas nama Nico warga Purwokerto. Kasus ini juga ditangani Polda Jawa Tengah.

"Korbannya satu, ditangani Polda Jawa Tengah cuma disidangkan di sini. DPO-nya kita, jadi kita yang punya kewajiban untuk mengeksekusi," ujarnya.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Purwokerto, Buntoro Jangkung, menambahkan Zakaria melakukan penipuan dengan modus menggadaikan sertifikat tanahnya di Bank senilai sekitar Rp 5 miliar. Lalu tanah itu dijual dengan cara pembeli diminta menebus surat tanah yang sedang digadaikan di bank.

Selanjutnya
Halaman
1 2