Protes Pabrik Tahu Cemari Air, Warga Geruduk Balai Desa di Kudus

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 13:27 WIB
Warga geruduk Balai Desa Pasuruan Kidul Kudus tuntut pabrik tahu ditutup, Rabu (16/9/2020).
Foto: Warga geruduk Balai Desa Pasuruan Kidul Kudus tuntut pabrik tahu ditutup, Rabu (16/9/2020). (Dian Utoro Aji/detikcom)

"Jadi karena intinya pengusaha tahu itu, intinya belum ada izin, seperti ipalnya, izin dari usaha, IMB juga belum. Warga sudah memberikan tolerasi. Mestinya sudah diberikan toleransi. Puncaknya menuntut biar tidak operasi lagi. Kesimpulannya ditutup karena tidak memiliki izin," kata Djunaedi kepada wartawan.

Sedangkan pengusaha Pabrik Tahu, Agus Nur Salim menerima keputusan penutupan izin usaha. Meskipun demikian pihaknya akan mengurus perizinan pabrik tahu tersebut.

"Artinya menerima dengan keputusan ini, nanti kita komunikasi nanti kita cukupi izin, setelah izin ada kita lengkap untuk ngetes limbah kita," kata dia.

Pemilik Pabrik Tahu yang lain, Zudron, menambahkan dia belum menerima keputusan penutupan pabrik tahu. Namun dia mengakui masih belum ada izin lingkungan terkait usahanya tersebut.

Warga geruduk Balai Desa Pasuruan Kidul Kudus tuntut pabrik tahu ditutup, Rabu (16/9/2020).Warga geruduk Balai Desa Pasuruan Kidul Kudus tuntut pabrik tahu ditutup, Rabu (16/9/2020). (Dian Utoro Aji/detikcom)

"Kadar kesalahan kita sama, saya belum menerima. Saya belum menerima, artinya begini masih ada jalan. Nanti peluang bangkit saya juga bangkit. Yang belum izin warga sama lingkungannya saja," tambahnya.

Setelah mendapatkan hasil keputusan penutupan pabrik tahu, akhirnya massa membubarkan diri pada sekitar pukul 12.15 WIB.

Halaman

(sip/ams)