Pandemi Corona

Ganjar Minta Kota Semarang Injak Rem, Walkot: Sudah Dilakukan dari Kemarin

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 15:19 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di RSUP dr Kariadi, Semarang, Selasa (15/9/2020).
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di RSUP dr Kariadi, Semarang, Selasa (15/9/2020). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Kota Semarang menjadi perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk lebih menginjak rem dalam penanganan virus Corona atau COVID-19. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan hal itu sudah dilakukan dengan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Hendrar atau yang akrab disapa Hendi mengatakan, PKM periode terakhir yang diterapkan di Kota Semarang ini tanpa batas waktu. Razia dan sanksi sosial juga sudah diterapkan untuk para pelanggar protokol kesehatan.

"Kami sudah injak rem dari kemarin. PKM kami lakukan terus tanpa batas periode, karena kami yakin Semarang rentan dengan COVID-19," kata Hendi usai melakukan tes kesehatan untuk Pilkada di RSUP dr Kariadi, Semarang, Selasa (15/9/2020).

Evaluasi penerapan peraturan wali kota yang menjadi dasar PKM akan dilakukan. Kemudian pemantauan protokol kesehatan di tingkat kelurahan yang mulai longgar akan lebih diaktifkan.

"Evaluasi penerapan perwal itu sekarang udah mulai seperti yang longgar di kelurahan di kecamatan yang tidak seaktif dulu," ujarnya.

Dalam razia penegakan protokol kesehatan oleh tim gabungan termasuk Satpol PP Kota Semarang, kata Hendi, pelanggaran ternyata banyak dilakukan anak muda. Termasuk ketika digelar balap lari liar. Hendi pun berpesan agar tidak meremehkan COVID-19 atau Corona.

"Pesan saya buat anak muda, jangan pernah berpikir Corona itu hoaks, rekayasa. Yang meninggal 600 lebih, yang positif sekarang 500 lebih. Warga semarang, anak muda Semarang mari kita jaga kota ini, lingkungan, keluarga. Tidak usah gaya kumpul tanpa masker, 'aku ra popo', lha keluargamu piye? Bagaimana lingkungan, keluarga," pesan Hendi.

"Soal event balap liar. Namanya anak muda. Udah kami tertibkan, mudah-mudahan tidak diulangi lagi," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2