Round-Up

Devita, Gadis Manis Operator Ekskavator-Sopir Truk Pasir Lereng Merapi

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 09:24 WIB
Sosok Devita Wati (22) sempat mencuri atensi publik. Pasalnya gadis asal Klaten itu bekerja sebagai operator ekskavator di lereng Gunung Merapi.
Devita Wati (Foto: Achmad Syauqi)
Klaten -

Gadis manis asal Desa Sidorejo, Kemalang, Klaten bernama Devita Wati (22) memilih profesi operator ekskavator dan sopir truk pengangkut pasir-batu di lereng Gunung Merapi. Dia mengaku bisa menikmati pekerjaannya.

"Hampir dua tahun saya jadi operator ekskavator dan kadang nyopir truk pasir. Dulu setelah lulus sekolah nganggur setahun lalu paman saya beli alat berat dan saya bantu-bantu," ungkap Devita kepada detikcom saat ditemui di depo pasir Jalan Deles-Kemalang, Dusun Krancah, Bumiharjo, Kemalang, Klaten, Kamis (27/8).

Devita menceritakan keinginannya membantu pamannya itu ternyata didukung keluarga. Sebelum menjadi operator ekskavator dan sopir truk pasir, keluarganya sempat ingin dia masuk kuliah.

"Saya dari dulu kata orang sudah tomboi tapi saya sejak dulu memang suka tantangan. Kalau kuliah terserah aku, orang tua mau membiayai tapi saya tidak tertarik," lanjut Devita.

Devita mengaku sempat merasa takut saat latihan mengoperasikan alat berat kali pertama. Namun karena sejak kecil dia menyukai hal ekstrem, ketakutan itu bisa diatasinya. "Setelah itu paling sebulan akhirnya bisa mengemudikan dan tidak pernah ada kendala," imbuhnya.

Dukungan keluarga membuat Devita semakin bersemangat dan tertantang. Apalagi ibunya pun memberikan dukungan. "Ibu malah nyuruh saya latihan kemudikan alat berat. Saya belajar tidak ada sekolah khusus tapi belajar dari teman operator lain," kata Devita.

Devita menuturkan awalnya hanya bisa mengoperasikan ekskavator ukuran kecil. Namun sekarang sudah bisa mengoperasikan ekskavator berukuran besar.

"Saya mengemudikan yang besar sekarang sudah biasa, umumnya di proyek. Belum lama ikut proyek jalan mengemudi ekskavator yang besar di wilayah Gunung Kidul," ujar Devita.

Lebih lanjut Devita mengatakan setelah menguasai ekskavator, dirinya juga belajar menjadi sopir truk pasir. Awalnya karena penasaran tapi akhirnya keterusan.

"Intinya yakin dan fokus. Saat dalam truk ada sensasi tersendiri, saya menikmati sebab truk muatan pasir jalannya pelan," ucap Devita.

Kini, jika tidak mengemudikan ekskavator, waktu luangnya digunakan untuk ikut mengambil pasir dan batu dengan truk. Anak ke dua dari tujuh bersaudara itu mengaku penghasilannya cukup. "Penghasilan pokoknya ya alhamdulilah cukup. Bapak juga senang," tambah Devita.

Tonton juga 'Devita, Sopir Alat Berat-Truk di Lereng Merapi yang Jadi Perhatian':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2