Perhatian! Sanksi Warga Tak Bermasker di Klaten: KTP Ditahan Sepekan

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 24 Agu 2020 20:51 WIB
Bupati Klaten Sri Mulyani, Senin (24/8/2020).
Bupati Klaten Sri Mulyani, Senin (24/8/2020). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Warga yang terjaring razia tidak memakai masker saat keluar rumah di Klaten bakal mendapatkan sanksi penyitaan dan penahanan KTP. Penahanan KTP dilakukan selama sepekan.

"Sanksi yang kita terapkan itu baru penyitaan dan penahanan e-KTP. Dari yang satu hari (penahanan) kita perpanjangan menjadi satu minggu," kata Bupati Klaten Sri Mulyani kepada wartawan di DPRD Klaten, Senin (24/8/2020).

Menurut Mulyani, pemberlakuan sanksi penyitaan dan penahanan KTP selama sepekan itu mulai diberlakukan minggu ini.

"Sanksi perpanjangan sudah diterapkan di kecamatan. Tapi tiap kecamatan bersama relawan bervariasi tidak hanya penahanan e-KTP tapi juga hukuman fisik mulai dari menyapu sampai mau dipakai rompi oranye," jelas Mulyani.

Soal kemungkinan menerapkan sanksi denda, lanjut Mulyani, pihaknya belum akan menerapkan seperti daerah lain. Saat ini sanksi denda masih dalam kajian.

"Kalau denda kaitannya finansial akan kami kaji dulu. Karena apapun saya mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang serba sulit sehingga kalau ditambah nominal malah nanti imunnya turun bisa muncul klaster baru," ujar Mulyani.

Sementara itu dari sisi kepatuhan masyarakat, imbuh Mulyani, untuk sementara ini baik. Menurutnya, masker sudah bagian baru dari budaya masyarakat.

"Masyarakat sudah cukup disiplin, memakai masker sudah jadi budaya baru. Tapi memang klaster baru di Klaten itu dari luar, dari orang merantau yang masuk Klaten," ujar Mulyani.

Pihaknya pun juga sudah meminta Satgas untuk mendata pemudik yang tiba di Klaten. Para pemudik itu juga diminta memeriksakan diri terlebih dahulu.

Tonton juga video 'Hindari Razia Masker, Emak-emak Pemotor Asal Selonong':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2