ADVERTISEMENT

Cerita di Balik Kemunculan Kretek, Ternyata Awalnya Dipakai untuk Ini

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 22 Agu 2020 07:44 WIB
Museum Kretek simpan sejarah perkembangan rokok kretek di Kudus
Foto: Museum Kretek simpan sejarah perkembangan rokok kretek di Kudus (Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dikenal dengan produksi rokok kreteknya sehingga punya julukan Kota Kretek. Siapa sangka ternyata rokok kretek mulanya digunakan untuk pengobatan. Seperti apa ceritanya?

Salah seorang pramuwisata di Museum Kretek, Novi Nurhayati mengatakan rokok kretek dulu awalnya ditemukan dari eksperimen seorang warga asli Kudus yang bernama Haji Djamari. Pada saat itu Djamari sedang sakit sesak dada.

"Pada tahun 1880, Haji Djamari ini sedang sakit sesak dada, karena zaman dulu belum tahu sakitnya apa. Nah kemudian Haji Djamari ini memoleskan minyak cengkih ke dadanya," kata Novi saat ditemui di Museum Kretek Kudus, Jalan Getas Pejaten nomor 155, Desa Getas Pejatan Kecamatan Jati, Jumat (21/8/2020).

"Cengkih itu dibuat seperti balsem, kayak minyak kayu putih, nah itu dioleskan ke dada. Ternyata sesak dadanya kok hilang dan sembuh," sambung dia.

Museum Kretek simpan sejarah perkembangan rokok kretek di KudusFoto: Museum Kretek simpan sejarah perkembangan rokok kretek di Kudus (Dian Utoro Aji/detikcom)

Novi menjelaskan dari kabar sembuh itu kemudian didengar masyarakat secara luas. Kemudian masyarakat luar banyak yang meminta dibuatkan minyak dari bahan cengkih tersebut.

"Dioles juga minyak cengkih itu juga akhirnya sembuh. Kabar sembuh itu banyak masyarakat yang tahu, hingga banyak masyarakat yang dibuatkan minyak cengkih itu. Namun belum sampai masa kejayaan Haji Djamari ini tutup usia," jelas dia.

Peluang bisnis tersebut lalu ditangkap oleh Nitisemito. Nitisemito pada awal tahun 1906 kemudian membuat rokok kretek. Awalnya dia hanya membuat 10 hingga 20 batang, namun lambat laun perusahaan itu semakin besar.

Tonton juga 'Malioboro Bebas Rokok Mulai Maret 2020':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT