Politikus PDIP: Penyerangan di Acara Doa Pernikahan Solo Tindakan Barbar

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 09 Agu 2020 19:31 WIB
politisi pdip, aria bima
Politikus PDIP asal Solo Aria Bima (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Politikus PDIP asal Solo, Aria Bima mengecam penyerangan kepada peserta doa bersama rangkaian acara pernikahan di Solo. Menurutnya, tindakan pelaku penyerangan itu merupakan cerminan peradaban barbar.

"Tindakan anarkis emosional semacam itu adalah cerminan dari peradaban barbar yang sama sekali melecehkan kesantunan wong Solo," kata Aria Bima di Solo, Minggu (9/8/2020).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu mengatakan seharusnya seluruh permasalahan di negara hukum bisa diselesaikan secara konstitusional. Untuk itu, kepolisian wajib mengusut tuntas kasus yang menyebabkan tiga orang warga Solo keturunan Arab itu luka-luka.

"Dalam negara hukum yang demokratis seharusnya seluruh persoalan diselesaikan melalui perundangan konstitusional. Sangat disayangkan dan perlu ditangani oleh pihak kepolisian sebagai aparat penegak hukum," katanya.

Tindakan tersebut juga dirasa menambah permasalahan yang ada. Apalagi saat ini tengah terjadi wabah virus Corona atau COVID-19.

"Dalam situasi negara sedang fokus menangani problem ekonomi dan problem COVID-19 saat ini, tentunya ketertiban dalam masyarakat dibutuhkan sebagai komponen pendukung," ujarnya.

Aria juga meminta aparat untuk bertindak tegas. Sebab peristiwa seperti ini sudah berulang kali terjadi.

"Peristiwa semacam ini sudah lama dan sering terjadi. Dan hal ini bolak-balik terjadi, tidak ada yang berani tegas sehingga pola tindakan ini ditradisikan untuk menyelesaikan masalah. Kali ini harus tegas aparat," ucap Aria.

Peristiwa bermula saat kelompok ormas tersebut mendapatkan informasi ada kegiatan terlarang di lokasi kejadian, Mertodranan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8) sekitar waktu magrib. Kelompok itu berusaha membubarkan acara yang ternyata adalah doa bersama rangkaian acara menjelang pernikahan.

"Tadi malam mendapat informasi soal adanya kelompok intoleransi yang menggeruduk rumah salah satu warga di situ. Itu karena adanya salah satu kegiatan yang dianggap mereka tidak sesuai," kata Kapolresta Solo Kombes Andy Rifai di Mapolresta Solo, Manahan, Solo, siang tadi.

[Gambas:Video 20detik]



(bai/ams)