Polisi Soal Penyerangan di Solo: Acara Itu Dianggap Mereka Tak Sesuai

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 09 Agu 2020 17:28 WIB
Sekelompok orang menyerang lokasi doa pernikahan di i Mertodranan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8/2020). Polisi turun tangan.
Sekelompok orang menyerang lokasi doa pernikahan di Mertodranan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8/2020). Polisi turun tangan. (dok. Ist)
Solo -

Penyerangan peserta doa jelang pernikahan atau midodareni di Solo diusut polisi. Sekelompok orang itu berteriak-teriak ingin membubarkan acara tersebut.

Peristiwa bermula saat kelompok ormas itu mendapatkan informasi ada kegiatan terlarang di lokasi kejadian, Mertodranan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8) sekitar waktu Magrib. Kelompok itu lalu berusaha membubarkan acara tersebut.

"Tadi malam mendapat informasi soal adanya kelompok intoleransi yang menggeruduk rumah salah satu warga di situ. Itu karena adanya salah satu kegiatan yang dianggap mereka tidak sesuai," kata Kapolresta Solo Kombes Andy Rifai di Mapolresta Solo, Manahan, Solo, Minggu (9/8/2020).

Akibat penyerangan itu, tiga peserta doa jelang pernikahan mengalami luka-luka. Andy menyebut kondisi korban sudah membaik.

"Kondisi korban sudah membaik, korban rawat jalan," terangnya.

Andy menyebut lokasi rumah almarhum Assegaf bin Jufri, Mertodranan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo yang digunakan sebagai tempat penyelenggaraan doa bersama kini masih dijaga polisi.

"Sudah kita lakukan pengamanan kepada keluarga. Ini lokasi masih dijaga," ujar Andy.

Tak hanya tiga peserta yang menjadi korban luka-luka, sejumlah mobil dan kendaraan di sekitar lokasi juga dirusak massa. Polisi masih mendata kerusakan yang terjadi akibat kejadian itu.

"Mobil ada sekitar lima yang rusak. Tapi masih kita ada kerusakan-kerusakannya," kata Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Adis Dani Garta siang tadi.

Tonton video 'Banser Desak Polisi Usut Pelaku Penyerangan Midodareni di Solo!':

[Gambas:Video 20detik]



(bai/ams)