Artefak Diduga Yoni di Klaten Ini Terancam Proyek Tol

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 08 Agu 2020 17:54 WIB
Batu diduga Yoni yang terdampak proyek tol di Klaten, Sabtu (8/8/2020).
Batu diduga Yoni yang terdampak proyek tol di Klaten, Sabtu (8/8/2020). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) akan mengecek informasi adanya sebuah batu atau artefak diduga Yoni di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Klaten yang terancam proyek tol Yogyakarta-Solo. Tampak patok-patok jalan tol sudah terpasang di kanan dan kiri batu diduga Yoni tersebut.

Pamong Budaya Madya BPCB Jateng, Deny Wahju Hidajat saat dikonfirmasi menjelaskan, temuan itu sudah disampaikan ke tim untuk dicek. Menurutnya, proyek tol semestinya digeser agar tidak merusak cagar budaya.

"Sudah saya sampaikan ke tim sebab berkaitan jalan tol ada tim tersendiri dari BPCB. Akan dicek," kata Deny saat dihubungi detikcom, Sabtu (8/8/2020).

Menurut Deny, meskipun ada temuan batu diduga Yoni itu, di lokasi tersebut belum tentu ada candinya.

"Kebanyakan Yoni tersebar di kebun atau sawah. Ada Yoni belum tentu diikuti temuan candi," jelas Deny.

Sementara itu, petani di sekitar lokasi batu diduga Yoni, Suprapto (60) membenarkan di lokasi tersebut ada batu menyerupai artefak Yoni.

Batu diduga Yoni yang terdampak proyek tol di Klaten, Sabtu (8/8/2020).Batu diduga Yoni yang terdampak proyek tol di Klaten, Sabtu (8/8/2020). Foto: Achmad Syauqi/detikcom

"Yang ada batu candinya itu kena tol, masuk ke lokasi lahan jalan tol. Sudah diukur dua kali lalu dipatok," ungkap Suprapto saat ditemui detikcom.

Suprapto menceritakan, di lahan yang dipatok jalan tol itu hanya ada satu batu diduga Yoni. Bentuknya berkepala menyerupai binatang.

"Batunya ya hanya satu itu. Ada moncong kepala binatang mirip penyu atau mungkin anjing sehingga dijuluki Candi Asu," lanjut Suprapto.

Menurut Suprapto, dari cerita turun-temurun di desanya, di lokasi itu tidak pernah ada candi. Hanya batu diduga Yoni itu dan dua gumuk atau gundukan tanah penuh batu bata.

"Tidak ada candi. Tapi ada dua gumuk di kanan dan kirinya yang banyak pohon dan semaknya," jelas Suprapto.

Lebih lanjut Suprapto mengungkapkan posisi batu diduga Yoni berada di tengah lahan sawah. Batu itu tidak pernah dipindah meskipun lahan di sekitarnya ditanam padi.

"Sawah ya digarap untuk menanam. Tapi batunya dibiarkan di lokasi," pungkas Suprapto.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Debat Capres AS