Ramai Hasil Swab Purnomo Disebut untuk Candaan, Ini Kata Pemkot Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 17:20 WIB
Tangkapan layar jumpa pers virtual Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo
Foto: Tangkapan layar jumpa pers virtual Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.
Solo -

Hasil swab Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo yang dinyatakan negatif COVID-19 ramai dibahas di aplikasi percakapan. Pemkot Solo buka suara soal tudingan hasil swab pemkot tidak seprofesional tes swab mandiri.

Dalam kabar yang beredar itu, disebut hasil tes swab Purnomo dipertanyakan karena hasilnya berbeda. Pesan itu juga meminta agar kondisi kesehatan Purnomo disampaikan dengan jelas. Berikut ini bunyi pesan tersebut:

"Dua Hasil Test kok Berbeda, Siapa yg tidak Profesional....?? Ya mungkin saja. Jangan sampai spt info kmrn Solo daerah hitam, ternyata katanya utk shock therapy. Jgn buat bingung dan Keresahan di Masyarakat, Cofid 19 adalah Virus yg sangat Mematikan dan sampai sekarang belum Ditemukan Obatnya.....

KOK MALAH DO DINGGO GOJEKAN.....

Dinas kesehatan kota solo jgn Sembrono dalam bekerja.....
Berikan informasi yg benar terkait hal ini di masyarakat, Beliau adalah Pemimpin Kota solo, Kasihan beliau...," demikian bunyi pesan yang beredar itu dengan disertai emotikon.

Menanggapi pesan tersebut, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan pihaknya tidak dapat mengintervensi hasil tes swab. Menurutnya, spesimen dikirim ke laboratorium lain, seperti RS UNS di Solo, bahkan sampai ke Salatiga atau Semarang.

"Tidak bisa kita minta yang ini dibuat positif, ini dibuat negatif. Itu laboratoriumnya di luar pemkot semua. Kita tidak bisa mengintervensi," kata Rudy dalam jumpa pers virtual, Selasa (28/7/2020).

Rudy menyebut perbedaan hasil swab dalam kasus Purnomo sangat wajar terjadi. Sebab, tes swab yang dilakukan dalam rentang waktu cukup jauh.

Purnomo awalnya melakukan rapid test sebelum berangkat ke Jakarta pada Kamis (16/7), hasilnya berada di ambang batas antara reaktif dan non-reaktif. Untuk memastikan diagnosis, dia dites swab pada 17-18 Juli 2020.

"Hasilnya diketahui positif (COVID-19) pada 23 Juli. Lalu 24 Juli beliau tes swab mandiri, hasilnya keluar pada 27 Juli, negatif. Jadi ada rentang mulai 17 sampai 24 Juli, tentu hasilnya bisa berbeda, mungkin kondisinya membaik," ujarnya.