Cerita Petani Lihat Cahaya Sebelum Temukan Puluhan Kg Emas Kuno di Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 13:26 WIB
Para penemu puluhan kg perhiasa emas di Klaten
Foto bokor emas yang ditemukan di Klaten 1990 silam (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Cerita penemuan puluhan kilogram perhiasan emas dan perak di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten, pada Oktober 1990 silam, kembali mengemuka. Ada cerita tentang penampakan cahaya sebelum barang artefak kuno abad IX itu ditemukan.

"Malam sebelum menemukan guci saya seperti melihat cahaya atau ndaru di timur desa. Saya waktu itu pas jam 01.30 WIB mengantar ketela pohon untuk dijual ke Pasar Dompyongan," ungkap salah seorang petani penemu emas itu, Sudadi (55) saat ditemui detikcom, Senin (27/7/2020).

Sudadi lalu menceritakan apa yang dilihatnya itu kepada lima temannya, yakni Widodo, Wito Lakon, Hadi Sihono, Surip dan Sumarno. Mereka lalu bekerja menggali tanah uruk seperti biasa, lalu dikagetkan dengan temuan guci tembaga berisi emas, terkubur di kedalaman 3 meter.

"Saat menemukan di lokasi hanya tiga orang sebab yang dua orang naik ke mobil mengantar tanah. Sekitar pukul 11.30 WIB cangkul saya kena guci," terangnya.

Temuan empat guci tembaga itu lalu dibawa ke balai desa setempat dan dibuka. Isinya perhiasan emas dan perak berbagai jenis dan bentuk. Bukan hanya perhiasan, tapi ada juga mangkuk dan bokor emas.

"Ada 4 guci, yang 2 ukuran besar dan yang 2 kecil. Yang besar isinya koin emas banyak sekali dan yang kecil isinya berbagai perhiasan," jelasnya.

Kini tinggal empat orang para penemu emas puluhan kg itu yang tersisa. Wito dan Hadi Sihono sudah meninggal. Kala itu, masing-masing penemu artefak kuno ini mendapatkan penghargaan dalam bentuk uang Rp 18 juta.

"Saya belikan tanah dan bangun rumah. Tapi tidak betah dan rumah saya jual dan dibelikan rumah yang sekarang ini," kenang Sudadi.

Tonton video 'Warga Pasuruan Temukan Susunan Batu Bata Kuno Saat Bangun Irigasi':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2