Curahan Hati Ayah Gadis yang Diteror Paket Parabola hingga Pisang 1 Truk

Saktyo Dimas R - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 15:53 WIB
Titik bersama ayahnya di rumah tempatnya mengungsi, Kendal, Jumat (24/7/2020).
Foto: Titik bersama ayahnya di rumah tempatnya mengungsi, Kendal, Jumat (24/7/2020). (Dimas Saktyo R/detikcom)
Kendal -

Titik (20), warga Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah selama dua tahun mendapat teror kiriman paket barang yang belum dibayar dan dialamatkan kepadanya. Berikut penuturan sang ayah Titik, Sunari.

Menurut Sunari, adanya paketan barang yang tidak pernah dipesan itu memang benar-benar terjadi dan membuat anaknya stres.

"Saya tahu sendiri setelah sudah di rumah dan paketan barang itu datang terus-menerus. Anak saya sampai stres dan ingin bunuh diri karena nggak kuat dengan teror itu," kata Sunari saat ditemui detikcom di rumah pendampingan Titik, Jumat (24/7/2020).

Bahkan, Sunari sendiri pernah menerima antaran paketan berupa pisang satu truk dari Lampung. Sunari kemudian menemui pengantar barang dan menolak paketan tersebut.

"Saya tolak karena anak saya nggak pernah pesan dan pengantar sempat marah-marah karena merasa ditipu," jelasnya.

Setelah diberi penjelasan oleh Sunari, pengantar barang meminta maaf dan meninggalkan rumah Sunari.

"Saya kasih penjelasan, saya ceritain semuanya. Awalnya nggak mau nerima tapi akhirnya mau juga nerima penjelasan dari saya," ujarnya.

Sunari mengaku sudah mengadukan kasus paketan fiktif tersebut ke Polres Kendal dan berharap polisi segera menangkap pelaku aksi teror terhadap anaknya.

"Semoga saja pak polisi segera menangkap pelakunya agar anak saya bisa hidup nyaman, aman dan nggak terganggu lagi," harapnya.

Diberitakan sebelumnya, teror kiriman paket barang kepada Titik beraneka ragam, mulai dari ponsel bahkan hingga batu-bata dan genting. Semua itu dialamatkan kepada Titik, meski dia sudah sempat berpindah kota tempat tinggal. Kini Titik tinggal di rumah seorang kenalannya untuk menghindari kiriman-kiriman tersebut.

"Saya mengalami teror ini saat masih kerja di Semarang sekitar akhir tahun 2018. Waktu itu kan saya kerja dan ngekos di Semarang dan ada yang ngirimin ke saya berupa barang-barang," kata Titik saat ditemui detikcom di rumah pendampingan di Kabupaten Kendal, Jumat (24/7).

Selanjutnya
Halaman
1 2