Ratusan Hektare Padi Diserbu Wereng, Petani Klaten: Kini Kami Bergelar SH

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 14:07 WIB
Petani di Klaten mengeluh diserang hama wereng
Foto: Petani di Klaten mengeluh diserang hama wereng (Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Serangan hama wereng batang coklat (WBC) atau wereng coklat bikin resah para petani di Kabupaten Klaten, Jawa tengah. Padi usia 60-100 hari pun menjadi puso gegara wereng itu.

"Usia padi yang diserang tidak hanya padi muda tapi di desa saya antara 60-100 hari atau siap panen. Jadi gelar saya saat ini SH, bukan sarjana hukum tapi 'susah hidup' karena wereng," ungkap Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari, Sriyadi kepada detikcom di Balai Desa Sekaran, Rabu (22/7/2020).

Sriyadi bercerita serangan ganas wereng coklat ini sudah berjalan sekitar dua pekan. Dia menyebut upaya pengendalian hama wereng coklat itu pun gagal.

"Sudah disemprot tetap masih ada. Dua kali semprotan massal pengendalian juga tidak berhasil," keluh Sriyadi.

Dia menyebut upaya memerangi wereng itu dilakukan dengan penyemprotan obat insektisida jenis applaud. Namun untuk penyemprotan insektisida ini butuh biaya banyak.

"Satu patok di sini luas 1.700 meter persegi. Butuh empat tangki sekali semprot dan satu botol obatnya harga Rp 70 ribu dan tidak cukup sekali sehingga biaya tambahan banyak," terang Sriyadi.

Kades Sekaran, Kecamatan Wonosari, Hery Tri Marjono pun membenarkan serangan hama wereng di desanya sudah meresahkan. Dia menyebut lahan garapannya juga tidak panen.

"Ini satu patok biasanya dapat 2 ton gabah dengan batang atas, saat ini cuma dapat 9 kuintal. Kalau jadi beras paling cuma berapa puluh kilo itu," ujar Hery saat ditemui detikcom di kantornya.

Hery menuturkan lahan padi yang terserang wereng coklat di desanya sekitar 70 hektare. Bahkan ada sawah yang diserang sebanyak satu patok.

"Ada yang satu patok kena. Tapi ada yang cuma spot-spot serangan, dan lahan lungguh saya dari 5 hektare yang kena 3 hektare," sambung Hery.

Hery menuturkan dia memiliki empat patok sawah pribadi. Di antara sawah miliknya itu ada yang ludes diserang wereng coklat, tapi ada yang hanya sebagian kena.

"Sawah saya empat patok kena dan kami khawatir serangan semakin parah. Kalau bicara wereng sakit rasanya di hati," tambah Hery.

Selanjutnya
Halaman
1 2