Rektor UNS Angkat Bicara soal Aksi #UniversitasNggaweSusah

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 21:48 WIB
Aksi #UniversitasNggaweSusah di UNS Solo, Senin (20/7/2020)
Foto: Aksi #UniversitasNggaweSusah di UNS Solo, Senin (20/7/2020) (dok. Aliansi UNS Bergerak)
Solo -

Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Jamal Wiwoho menjelaskan terkait tuntutan mahasiswa dalam aksi #UniversitasNggaweSusah. Menurutnya, penetapan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) ditetapkan berdasarkan regulasi yang ada.

Jamal menyebut status Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (BLU) harus berkoordinasi dengan Menteri Keuangan. Ada banyak aspek yang menjadi dasar penetapan tarif.

"Untuk tarif biaya dan layanan, tarif layanan BLU ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasar usulan pimpinan BLU dengan mempertimbangkan aspek kontinuitas dan pengembangan layanan, daya beli masyarakat, asas keadilan dan kepatutan, serta kompetisi yang sehat," kata Jamal dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/7/2020).

Begitu pula dengan PTN berbadan hukum (BH), Jamal juga menjelaskan bahwa penetapan tarif harus sesuai regulasi.

"PTN Badan Hukum menetapkan tarif biaya pendidikan berdasarkan pedoman teknis penetapan tarif yang ditetapkan menteri. Dalam penetapan tarif, PTN Badan Hukum wajib berkonsultasi dengan menteri. Tarif biaya pendidikan ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayai mahasiswa," katanya.

Terpisah, Humas Aliansi UNS Bergerak Zaki Zamani mengatakan, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Kuncoro Diharjo menemui massa aksi di gerbang UNS.

"Kami sudah menyampaikan maklumat dan kajian akademis kepada WR 3 (wakil rektor III), namun pakta integritas atau nota kesepemahaman yang kami ajukan belum bisa ditandatangani," kata Zaki saat dihubungi detikcom.

Menurut Zaki, akhirnya kesepakatan yang didapat adalah pertama, pihak pimpinan kampus akan sesegera mungkin mengadakan audiensi terbuka bersama mahasiswa UNS baik daring maupun luring untuk menjawab maklumat mahasiswa UNS. Kedua, pihak kampus telah menerima maklumat dan kajian akademis mahasiswa UNS.

"Sehingga kami dari teman-teman Aliansi UNS Bergerak akan terus mengawal maklumat mahasiswa sampai tuntas dapat jawaban dari rektor," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Kuncoro Diharjo menemui massa aksi yang mengusung tagar universitas nggawe susah (bikin susah) atau #UniversitasNggaweSusah. Hingga sore massa aksi masih bertahan di lokasi demo.

"(Massa aksi) Sudah ditemui kok. (Ditemui) Sama Warek 3 (Wakil Rektor III UNS) Prof Kuncoro," kata Deputi Humas UNS, Deddy Whinata Kardiyanto saat dihubungi detikcom, Senin (20/7/2020).