#UniversitasNggaweSusah Puncaki Trending Topic Twitter, Ada Apa?

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 20 Jul 2020 16:13 WIB
Tangkapan layar #UniversitasNggaweSusah jadi trending topic Twitter, Senin (20/7/2020)
Foto: Tangkapan layar #UniversitasNggaweSusah jadi trending topic Twitter, Senin (20/7/2020).
Yogyakarta -

Tagar universitas nggawe susah (bikin susah) atau #UniversitasNggaweSusah jadi trending topic di Twitter. Tagar ini ternyata diinisiasi akun Twitter BEM Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo. Ada apa?

Pantauan detikcom, Senin (20/7/2020), pukul 15.45 WIB, tagar ini menduduki peringkat pertama Trending Topic Twitter di Indonesia. Dalam utas @BEMUNS disebutkan pihak mahasiswa telah berulang kali meminta audiensi terbuka dengan pihak rektorat namun ditolak. Audiensi ini menyangkut persoalan uang kuliah tunggal (UKT).

"Masa Pandemi, ada beberapa mahasiswa yang mengalami kendala finansial. Pihak kampus memberikan keringanan UKT dengan syarat yang yaa bisa dibilang lumayan banyak. Mahasiswa yang menulis mengenai kampus pun langsung dipanggil untuk dimintai keterangan," tulis BEM UNS seperti dikutip detikcom, Senin (20/7/2020).

Dalam utasnya itu, BEM UNS menyebut almamater yang berada di luar UKT sangat tidak efektif dan diduga melanggar Permenristekdikti Nomor 39 Tahun 2017 dan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018. Pihak mahasiswa pun meminta audiensi kembali namun masih ditolak. Mereka lalu memutuskan aksi turun ke jalan.

Dihubungi terpisah, Humas Aliansi UNS Bergerak Zaki Zamani menyebut aksi #UniversitasNggaweSusah ini dipicu karena persoalan UKT hingga sumbangan pembangunan institusi (SPI) yang dibebankan ke mahasiswa baru. Meski berupa sumbangan, besaran nilai SPI dirasa terlalu tinggi terlebih di masa pandemi virus Corona atau COVID-19 ini.

"Jadi dari teman-teman aksi pada siang sampai sore ini dari golongan mahasiswa biasa UNS, hingga BEM Fakultas, organisasi eksternal kampus KAMMI, GMNI dan HMI yang tergabung dalam aliansi UNS bergerak. Karena ini sudah lama, dari awal pandemi sampai sekarang kemudian ada beberapa isu yang berkembang UKT, mahasiswa baru yang dikeluarkan dari CSA (Cost Structure Analysis), sekarang SPI nggak ada pilihan Rp 0," kata Zaki saat dihubungi detikcom.

Zaki merinci CSA merupakan penghitungan menentukan nominal UKT. Mereka menuntut anggaran almamater kembali dimasukkan dalam nominal tersebut, sehingga tidak menjadi pungutan lagi. Selain itu soal SPI, mereka mengeluhkan besaran nilai sumbangan yang nilainya jutaan.

"Tega-teganya kampus SPI mulai dari Rp 8 juta ke atas. Kita sudah mengajukan audiensi terbuka 3 kali tapi nggak pernah digubris kampus, hanya ditanggapi dengan undangan-undangan workshop perwakilan 1-2 dari lembaga," jelasnya.

Tonton video 'Uang Pendaftaran akan Dikembalikan Bila Peserta Tak Bisa Ikut Ujian UTBK':