Ketua DPRD Rembang Meninggal Kena Corona, Bupati: AKB Ditunda

Arif Syaefudin - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 14:49 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz bicara soal zona merah Corona, Senin (13/7/2020).
Foto: Bupati Rembang Abdul Hafidz, Senin (13/7/2020). (Arif Syaefudin/detikcom)
Rembang -

Penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang semula direncanakan pada tanggal 15 Juli 2020 akan ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Bupati Rembang Abdul Hafidz menyebut kondisi Rembang sedang berkabung sehingga menurutnya tidak etis ketika menerapkan adaptasi kebiasaan baru saat ini.

"Yang semula (AKB) akan kami launching pada tanggal 15, karena kita sedang berkabung, ketua DPRD meninggal, maka akan kita tunda dulu, sampai batas waktu yang belum ditentukan," kata Hafidz ditemui wartawan di kantornya, Senin (13/7/2020).

Ia mengakui tidak etis ketika adaptasi kebiasaan baru diterapkan tak berselang lama usai meninggalnya Ketua DPRD Kabupaten Rembang, Majid Kamil MZ atau Gus Kamil akibat virus Corona atau COVID-19.

"Tidak etis karena sebagai ketua DPRD meninggal karena COVID, tapi justru kita memberlakukan (AKB), ini kan nggak etis. Hanya perlu etika saja," paparnya.

Di sisi lain, Hafidz menilai penerapan adaptasi kebiasaan baru memang perlu segera dilakukan di Rembang. Sebab, di tengah pandemi virus Corona saat ini, banyak sektor yang kemudian macet total.

"Sudah disampaikan oleh Pemerintah Pusat, bahwa Pak Presiden kan sudah bilang, Pemerintah harus sudah jalan. Jalannya ini antara rem dan gas harus seimbang. Jadi jangan sampai COVID-19 ini dibiarkan, ekonomi juga jangan sampai dibiarkan. Kedua-duanya harus jalan," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Rembang, Majid Kamil MZ meninggal dunia, Minggu (12/7). Putra almarhum KH Maimoen Zubair tersebut sempat menjalani perawatan medis selama 6 hari di RSUD dr R Soetrasno Rembang sebagai pasien COVID-19 atau terpapar virus Corona.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii memastikan bahwa Gus Kamil positif COVID-19 atau virus Corona setelah hasil tes swab keluar beberapa hari yang lalu.

"Nggih (ya), positif (COVID-19). 6 hari dirawat," katanya melalui pesan WhatsApp, Minggu (12/7/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2