BKSDA Yogya Lepas Liarkan 4 Burung Pemangsa

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 13:56 WIB
Kegiatan pelepasliaran burung pemangsa di SFF Bunder oleh BKSDA Yogyakarta.
Kegiatan pelepasliaran burung pemangsa di SFF Bunder oleh BKSDA Yogyakarta. (Foto: dok. BKSDA Yogyakarta)
Yogyakarta -

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta melepasliarkan empat ekor burung pemangsa. Terdiri dari dua elang Ular Bido (Spilornis cheela) dan dua elang Alap Jambul (Accipiter trivirgatus) di kompleks Stasiun Flora Fauna (SFF) yang termasuk bagian kawasan Taman Hutan Raya Bunder, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala BKSDA Yogyakarta Muhammad Wahyudi menjelaskan burung yang dilepasliarkan merupakan penyerahan dari masyarakat.

"Beberapa waktu lalu kami lepas liarkan empat burung pemangsa. Jenisnya elang Ular Bido (Spilornis cheela) yang merupakan penyerahan masyarakat Sleman dan Gunungkidul pada akhir Mei tahun 2019 silam, sedangkan Alap-alap Jambul (Accipiter trivirgatus) diserahkan sekitar bulan Mei 2020," kata Wahyudi dalam keterangan tertulis, Minggu (12/7/2020).

Burung pemangsa tersebut sebelumnya menjalani rangkaian assesment dan rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Raptor SFF Bunder di bawah pengelolaan BKSDA Yogyakarta.

"Setelah melalui assesment dan diobservasi dari aspek kesehatan dan perilakunya, akhirnya satwa tersebut dinyatakan siap untuk kembali ke habitatnya," jelasnya.

Kegiatan pelepasliaran burung pemangsa di SFF Bunder oleh BKSDA Yogyakarta.Kegiatan pelepasliaran burung pemangsa di SFF Bunder oleh BKSDA Yogyakarta. Foto: dok. BKSDA Yogyakarta

Kegiatan pelepasliaran satwa, kata Wahyudi, merupakan tujuan utama dari rehabilitasi satwa. Yaitu pengembalian satwa liar ke alam.

"Ini salah satu harapan dari kegiatan konservasi satwa liar, bahwa satwa dapat kembali lagi ke alam," tuturnya.

Lebih lanjut Wahyudi mengatakan bahwa kegiatan pelepasliaran merupakan agenda rutin dari BKSDA Yogyakarta. Baik dilakukan di lingkungan SFF Bunder wilayah Yogyakarta maupun di luar wilayah Yogyakarta.

"Penilaian satwa di SFF Bunder dilakukan secara rutin untuk menilai kesiapan satwa," jelasnya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa kegiatan ini juga sesuai dengan arahan Dirjen KSDAE KLHK untuk mempercepat proses pelepasliaran satwa yang masih terdapat di pusat rehabilitasi satwa.

"Dengan dilepaskannya burung pemangsa ini, selanjutnya kandangnya dapat diisi kembali oleh burung pemangsa lainnya untuk proses persiapan lepas liar berikutnya," tutup Wahyudi.

(rih/rih)