Belasan Orang Jarah Makam Kuno Orang Kalang di Blora, Polisi Sita Perhiasan

Febrian Chandra - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 15:29 WIB
Staf Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora, Lukman, Kamis (9/7/2020).
Foto: Staf Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora, Lukman, menunjukkan sejumlah bekal kubur yang diamankan dari tangan penjarah makam kuno orang Kalang. (Febrian Chandra/detikcom)
Blora -

Belasan orang diamankan polisi Polsek Tunjungan karena menggali makam kuno di kawasan hutan Blora, Jawa Tengah. Mereka memburu bekal kubur yang biasa disertakan di dalam pemakaman orang Kalang.

Apa saja barang bukti bekal kubur yang diamankan dari tangan belasan orang tersebut?

Staf Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora, Lukman menjelaskan benda bekal kubur yang diamankan polisi terdiri dari peralatan pertanian dari logam, senjata dari logam, perhiasan dari perunggu dan manik-manik.

"Kalau senjata yang ditemukan berupa pedang pendek dan kudi. Kudi sejenis alat pertanian sekaligus senjata. Bentuk kudi ini unik dan sudah tidak ditemukan di masa sekarang. Hampir seperti sabit, namun memiliki lengkungan di tengah," kata Lukman kepada detikcom di Rumah Artefak Blora, Kompleks GOR Mustika, Blora, Kamis (9/7/2020).

Kudi, senjata atau alat pertanian yang dijarah dari makam kuno orang kalang, Blora, Kamis (9/7/2020).Kudi, senjata atau alat pertanian yang dijarah dari makam kuno orang kalang, Blora, Kamis (9/7/2020). (Febrian Chandra/detikcom)

Saat ini, lanjutnya, barang-barang tersebut sudah disimpan di rumah artefak Blora untuk selanjutnya akan dikonservasi.

Diberitakan sebelumnya, belasan orang diamankan polisi karena melakukan penggalian makam kuno orang Kalang di kawasan hutan Blora, Jateng.

Lokasi kejadian berada di hutan Perhutani kawasan Nglawungan, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Blora. Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Blora, M Solichan Mochtar mengungkapkan penggalian liar yang dilakukan itu bertujuan mengambil benda cagar budaya tanpa izin. Dari aktivitas tersebut, para penggali itu diyakini melanggar UU No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

"Kegiatan pencarian benda cagar budaya hanya sah apabila dilakukan dengan izin penelitian yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang," terang Solichan.

Staf Kepurbakalaan Dinporabudpar Blora, Lukman, mengatakan makam kuno di Tunjungan itu adalah makam orang Kalang. Tidak hanya di wilayah hutan Nglawungan, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan saja situs makam batu kuno ada, namun hampir menyebar di 16 kecamatan di Kabupaten Blora.

"Hampir merata di 16 kecamatan ada ditemukan makam batu manusia kuno. Makam-makam tersebut adalah makam manusia Kalang," kata Lukman kepada detikcom, Rabu (8/7).

Selanjutnya
Halaman
1 2