Puncak Gunung Lawu Berselimut Es, Pendaki Wajib Perhatikan Ini

Andika Tarmy - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 15:20 WIB
Puncak Gunung Lawu berselimut es, 8/7/2020
Penampakan lapisan es di Gupakan Menjangan, kawasan Puncak Gunung Lawu. (Foto: Dok. Warga)
Karanganyar -

Cuaca ekstrem melanda kawasan puncak Gunung Lawu. Dinginnya suhu bahkan membuat vegetasi kerap diselimuti lapisan es. Para pendaki wajib memperhatikan beberapa hal yang disarankan oleh pecinta alam dan pemerintah setempat.

Foto lapisan es di puncak setinggi 3.265 mdpl tersebut beredar luas di media sosial. Fenomena alam itu diabadikan oleh Wahyu Dwi Hartono, seorang pemandu pendakian di Gunung Lawu, pada awal bulan Juli lalu.

Wahyu mengaku sengaja melakukannya untuk mengingatkan para pendaki. Wahyu mengaku membagikan foto tersebut sebagai informasi kepada pendaki agar lebih mematangkan persiapan mengingat cuaca ekstrem tengah melanda.

"Memang biasa pada musim pancaroba cuaca sangat dingin. Saya ingin mengingatkan teman-teman pendaki terutama pendaki pemula agar tidak menyepelekan dan lebih mematangkan persiapan," kata Wahyu saat dihubungi detikcom, Rabu (8/7/2020).

Fenomena cuaca ekstrem ini dibenarkan oleh anggota relawan Anak Gunung Lawu (AGL) pos pendakian Cemoro Kandang, Tawangmangu, Karanganyar, Budi. "Biasa terjadi bulan Juli-Agustus. Kalau cuaca cerah, suhunya bisa turun hingga dua derajat celcius. Dampaknya ya nge-frost (lapisan beku) di rumput seperti itu," terang Budi.

Kondisi itu tergolong ekstrem untuk pendaki pemula. Karenanya, pihaknya menggencarkan sosialisasi kepada para pendaki. "Kita selalu tekankan agar pendaki membawa peralatan memenuhi standar safety procedure. Harus ada sleeping bag, selimut atau jaket," kata dia.

Meskipun cuaca sangat dingin, pihaknya melarang para pendaki membuat api unggun di sembarang tempat. Pasalnya, sisa-sisa api unggun dikhawatirkan memicu kebakaran hutan mengingat vegetasi yang mulai mengering.

"Selalu kami informasikan ke pendaki (Gunung Lawu), dilarang keras membuat api unggun di sembarang tempat. Di setiap pos sudah disediakan shelter dan tungku, jadi lebih aman untuk membuat api unggun di lokasi itu," papar Budi.

Selanjutnya
Halaman
1 2