Dilanda Cuaca Ekstrem, Puncak Gunung Lawu Berselimut Es

Andika Tarmy - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 14:46 WIB
Puncak Gunung Lawu berselimut es, 8/7/2020
Lapisan es di Gupakan Menjangan, kawasan puncak Gunung Lawu (Foto: Dok. Warga)
Karanganyar -

Cuaca ekstrem melanda kawasan puncak Gunung Lawu. Perubahan musim membuat suhu turun drastis bahkan mencapai dua derajat Celcius. Dinginnya suhu bahkan membuat vegetasi kerap diselimuti lapisan es, terutama di pagi hari.

Fenomena ini sempat diabadikan oleh Wahyu Dwi Hartono, warga Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, awal bulan lalu. Wahyu yang seorang guide pendakian ini sedang mengantarkan dua pendaki saat menemukan semak belukar yang membeku akibat cuaca dingin.

"Kami naik via pos pendakian Candi Ceto. Sempat nge-camp di pos lima, sekitar pukul 05.30 WIB pagi, kami melanjutkan perjalanan ke puncak. Sesampainya di Gupakan Menjangan -sekitar sejam dari puncak-, saya lihat semak dan rumput itu warnanya putih, ternyata ada lapisan es. Lalu saya ambil fotonya," ujar Wahyu, dihubungi detikcom, Rabu (8/7/2020).

Wahyu menerangkan, saat itu kondisi cuaca memang cenderung sangat dingin. Beruntung rombongannya membawa peralatan lengkap sehingga hawa dingin tersebut tidak mengganggu.

"Kalau di tenda tidak begitu terasa, karena peralatan kami lengkap, ada sleeping bag dan baju tebal. Tapi situasi di luar memang dinginnya menusuk," terang Wahyu.

Foto semak diselimuti es hasil jepretan Wahyu tersebut kemudian dibagikan di media sosial dan viral terutama di kalangan pendaki. Wahyu mengaku membagikan foto tersebut sebagai informasi kepada pendaki agar lebih mematangkan persiapan mengingat cuaca ekstrem tengah melanda.

"Memang biasa pada musim pancaroba cuaca sangat dingin. Saya ingin mengingatkan teman-teman pendaki terutama pendaki pemula agar tidak menyepelekan dan lebih mematangkan persiapan," imbuhnya.

Fenomena cuaca ekstrem ini dibenarkan oleh anggota relawan Anak Gunung Lawu (AGL) pos pendakian Cemoro Kandang, Tawangmangu, Karanganyar, Budi. Menurutnya, fenomena ini lazim terjadi pada masa peralihan musim.

"Biasa terjadi bulan Juli-Agustus. Kalau cuaca cerah, suhunya bisa turun hingga dua derajat Celcius. Dampaknya ya nge-frost (lapisan beku) di rumput seperti itu," terang Budi.

Tonton video 'Cuaca Ekstrem Masih Bisa Terjadi Hingga Maret':

Selanjutnya
Halaman
1 2