Residivis Spesialis Penjambret Perhiasan Emak-emak Didor Polisi Yogya

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 20:19 WIB
Jambret berinisial HEN (44) didor kakinya karena berusaha kabur saat akan ditangkap polisi di Yogyakarta. HEN terlibat kasus penjambretan dengan sasaran emak-emak, Selasa (7/7/2020).
Jambret yang didor kakinya karena berusaha kabur saat akan ditangkap polisi di Yogyakarta, Selasa (7/7/2020). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Pria berinisial HEN (44) warga Ngawi, Jawa Timur didor kaki kanannya karena berusaha kabur saat akan ditangkap polisi di Kota Yogyakarta. HEN yang berstatus residivis itu terlibat kasus penjambretan dengan sasaran emak-emak.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riko Sanjaya menjelaskan bahwa penangkapan HEN berawal dari penyelidikan polisi terhadap laporan kasus penjambretan di sebuah gang di Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta pada 6 Mei pukul 05.30 WIB dan penjambretan di Kotagede pada 2 Juli pukul 05.00 WIB.

"Setelah lidik, pada tanggal 3 Juli tersangka kami tangkap ketika hendak beraksi di Gang Pronocitro, Tamansiswa, Kota Yogyakarta oleh tim gabungan resmob Polda DIY dan Polresta Yogyakarta," kata Riko saat jumpa pers di Polresta Yogyakarta, Selasa (7/7/2020).

Selain meringkus HEN, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti, seperti sepeda motor, kaus yang dikenakan saat beraksi dan uang Rp 90 ribu.

Kepada petugas, HEN mengaku telah beraksi sebanyak 14 kali. Karena itu polisi mengembangkan kasus tersebut dan saat pengembangan HEN malah berupaya untuk kabur.

"Karena itu kami terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur (melumpuhkan HEN dengan tembakan di kaki kanannya) kepada tersangka," ucapnya.

Riko menyebut jika HEN sengaja menyasar ibu-ibu dan melancarkan aksinya saat pagi hari. Modusnya, HEN terlebih dahulu mengamati ibu-ibu yang mengenakan emas dan ketika lengah, ia lalu mendekati korban dan langsung merampas emas tersebut secara paksa.

"Setelah menentukan korbannya, dia berpura-pura tanya tempat sayuran, dokter, hingga pintu makam. Nah, saat korban lengah si pelaku menarik paksa kalung yang ada di badan atau leher ibu tersebut, jadi bisa dibilang modusnya penjambretan ya," katanya.

Setelah mendapatkan emas, HEN lalu kabur dan menjual hasil curian di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta. Sedangkan uang hasil penjualan digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Dari penelusuran, dia sudah 14 kali beraksi dan sempat masuk penjara tahun 2016 untuk kasus yang sama," katanya.

Akibat perbuatannya, HEN disangkakan Pasal 365 KUHP Jo Pasal 65 KUHP. Merujuk pasal tersebut, HEN terancam hukuman maksimal 9 tahun penjara.

(rih/mbr)