Ahok Diisukan Jadi Menteri, Pengamat UGM: Untuk Pastikan Dukungan PDIP

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 19:17 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias BTP (kedua kanan) bersama para kader PDIP saat berkunjung ke kantor DPD PDIP Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Jumat (8/2/2019). Kunjungan BTP tersebut serangkaian liburannya di Bali. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/ama..
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat berkunjung ke DPD PDIP Bali. (Nyoman Hendra Wibowo/Antara Foto)
Sleman -

Isu reshuffle kabinet kian santer usai kemunculan video Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tampak geram atas kinerja menteri. Nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) jadi isu liar yang bergulir saat ini. Pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai isu yang muncul soal Ahok merupakan bagian dari testing the water.

"Saya kira setiap reshuffle selalu perlu testing the water, termasuk dalam proses pembentukan kabinet selalu ada testing the water atas beberapa kandidat. Dugaan saya ini bagian dari testing the water," kata Wawan Mas'udi saat dihubungi detikcom, Kamis (2/7/2020).

Wawan menyebut kemunculan isu reshuffle ini merupakan rangkaian dari sidang kabinet paripurna pada 18 Juni 2020. Dia menyebut isu reshuffle ini untuk memastikan respons masyarakat.

"Karena ini berurutan, Presiden menyatakan kekecewaan. Karena Presiden kecewa, kemungkinan akan melakukan reshuffle dan perombakan. Kemudian urutan berikutnya muncul isu siapa yang akan menduduki sejumlah pos kementerian," terangnya.

"Ini bagian dari testing the water yang bisa jadi dilakukan kekuatan politik tertentu untuk melihat reaksinya seperti apa jika seseorang dinaikkan atau akan ditunjuk sebagai kandidat menteri," katanya.

Munculnya nama Ahok, menurut Wawan, bukan suatu hal yang mengejutkan. Pasalnya, Ahok bukan orang baru bagi Presiden Jokowi.

"Kalau misalkan Ahok dipilih, jelas, bagi Pak Jokowi, Ahok bukan orang asing karena pernah menjadi pasangan di Jakarta di beberapa kesempatan banyak ide pemerintahan yang cocok. Sekaligus mungkin untuk memastikan dukungan dari PDIP karena Ahok merupakan kader partai," ungkapnya.

Berdasarkan daftar nama yang beredar, nama Ahok muncul sebagai calon Menteri BUMN menggantikan Erick Thohir. Sedangkan nama Erick Thohir digeser ke posisi Menteri Perdagangan.

Dari pengamatan Wawan, tidak ada urgensi dalam penggantian jabatan Erick Thohir dari kursi Menteri BUMN. Sebab, kinerja Erick untuk melakukan reformasi di BUMN masih on the track.

"Belakangan yang muncul dan diributkan kan memang soal komisaris BUMN dan kinerja BUMN dan kalau kita lihat Erick Thohir dari sisi teknokrasi memiliki visi yang cukup clear untuk BUMN. Untuk saat ini, terlepas dari dukungan politis, secara teknokratis saya melihat Erik Thohir on the track," tegasnya.

Tonton video 'Membaca Amarah Jokowi dari Kacamata Pengamat, Perlukah Reshuffle?':

Selanjutnya
Halaman
1 2