Didemo hingga Rektor Lepas Seragam, Yayasan Uniba Solo Angkat Bicara

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 22:01 WIB
Demo di Universitas Islam Batik (Uniba) Solo, Selasa (30/6/2020).
Foto: Rektor Dr Pramono ikut demo hingga melepas seragamnya di Universitas Islam Batik (Uniba) Solo, Selasa (30/6/2020). (Kartika Bagus/detikcom)
Solo -

Mahasiswa, dosen, karyawan hingga Rektor Universitas Islam Batik (Uniba) Solo menuntut agar Yayasan Batik Perguruan Tinggi Islam Batik (Yapertib) transparan dalam mengelola dana. Pihak yayasan menyatakan siap diaudit terkait anggaran.

Sebelumnya, aksi demonstrasi di halaman kampus Uniba menuntut salah satunya terkait transparansi dana. Disebutkan oleh demonstran bahwa banyak kegiatan macet karena dana tidak bisa cair. Sebagai bentuk protes, rektor Uniba Solo Dr Pramono ikut berorasi dan menyatakan mundur serta melepas seragam Uniba Solo bercorak batik yang dia kenakan saat itu.

"Kita siap untuk transparan. Tahun 2014-2018 itu sudah diaudit oleh eksternal. 2019 sudah mulai rapi. Di situ terlihat semua anggaran digunakan untuk apa," kata Dewan Pembina Yapertib, Solichul Hadi Ahmad Bakri, saat dihubungi detikcom, Rabu (1/7/2020).

Mahasiswa menyebut banyak proposal kegiatan yang ditolak, bahkan BEM dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lainnya kini belum bisa melakukan reorganisasi. Namun Solichul mengatakan telah menyediakan anggaran.

"Anggaran itu ada. Tapi selama COVID-19 ini apa ada kegiatan?" ujarnya.

Untuk dosen dan karyawan pun demikian. Solichul memastikan pihaknya telah membayar gaji secara penuh dan tepat waktu.

"Namun memang karena masalah COVID-19, kita memang terpaksa menghilangkan tambahan jam mengajar dan lain-lain. Tapi kita bersyukur tidak merumahkan pegawai, karena di perguruan tinggi lain sudah melakukan itu," kata Solichul.

Menjawab tudingan nepotisme, Solichul menegaskan baru memasukkan anaknya ke dalam yayasan belum ada satu tahun. Itu pun sifatnya sementara.

Menurutnya, kondisi keuangan Uniba sejak beberapa tahun terakhir sudah carut marut. Anaknya diminta untuk membantu memperbaiki kondisi itu.

"Dalam empat bulan kita kebut laporan keuangan 2014-2019 dan selesai. Karena ini yayasan wakaf, saya merasa harus segera melaporkan anggaran ini, maka saya minta anak saya membantu," katanya.

Yapertib mengaku siap untuk bertemu dengan aliansi mahasiswa dan pegawai Uniba. Menurutnya, Kapolsek Laweyan pun telah menginisiasi mediasi agar masalah dapat diselesaikan.

"Kami sudah dimintai keterangan Kapolsek, lalu akan difasilitasi mediasi. Kami besok pun siap, kami hargai usaha kapolsek," tutupnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2