4 Pejabat Pemkab Purworejo Diperiksa Kejari, Ada Apa?

Rinto Heksantoro - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 21:44 WIB
Kantor Kejaksaan Negeri Purworejo, Jawa Tengah.
Kantor Kejaksaan Negeri Purworejo, Jawa Tengah. (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo -

Empat pejabat Pemkab Purworejo, Jawa Tengah dipanggil Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo. Mereka dimintai keterangan terkait dugaan kasus penyimpangan penyaluran bantuan program peningkatan pendapatan masyarakat miskin (Propendakin) pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Purworejo tahun anggaran 2018.

"Benar, empat pejabat tersebut telah dipanggil oleh Kejaksaan Negeri Purworejo sekitar seminggu yang lalu untuk dimintai keterangan," kata Kasi Pidsus Kejari Purworejo Widhiarso Nugroho saat dihubungi detikcom, Rabu (1/7/2020).

Surat panggilan dari Kejaksaan Negeri Purworejo tertanggal 17 Juni 2020 nomor B-929/M.3.24/Fd.1/06/2020 untuk empat pejabat tersebut ditujukan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo dengan perihal bantuan pemanggilan.

Dalam surat panggilan tersebut, tertulis empat pejabat yang akan dimintai keterangan terkait penyelidikan dugaan penyimpangan dalam penyaluran bantuan Propendakin (program peningkatan pendapatan masyarakat miskin) pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Purworejo tahun anggaran 2018.

Keempat pejabat tersebut yakni Yuli Dwi Praptanto, Inspektur Pembantu II pada Inspektorat Kabupaten Purworejo, Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Setda Kabupaten Purworejo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Purworejo, dan Kepala Seksi Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat dan Pedesaan pada Dispermades Purworejo.

Dijelaskan dalam surat panggilan tersebut, bahwa empat pejabat yang bersangkutan dipanggil untuk didengar/diminta keterangan pada hari Selasa atau Rabu tanggal 23 atau 24 Juni 2020 di Kantor Kejaksaan Negeri Purworejo pukul 09.00 WIB.

"Namun, untuk lebih detail kasusnya seperti apa saya tidak bisa menjelaskan," jelas Widhiarso Nugroho.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Purworejo, Agus Ari Setiyadi mengakui pihaknya telah dipanggil Kejaksaan Negeri Purworejo untuk dimintai keterangan terkait hal tersebut di atas. Namun ia mengaku kurang paham jika ada pejabat lain yang ikut dipanggil.

"Kalau yang lain kurang paham, saya memang dimintai keterangan terkait Propendakin," jawabnya saat dihubungi detikcom.

(rih/ams)