Warga Ungkap Tokoh yang Dimakamkan di Pinggir Jalan Kampung di Solo

Kartika Bagus - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 09:06 WIB
Makam di pinggir jalan kampung Kota Solo, Selasa (30/6/2020).
Foto: Makam di pinggir jalan kampung Kota Solo, Selasa (30/6/2020). (Kartika Bagus/detikcom)

Diwawancara terpisah, Ketua Komunitas Sejarah di Solo yakni Solo Societeit, Dhani Saptoni, mengatakan berdasar cerita masyarakat, Mbah Precet ini seorang bromocorah atau penjahat.

"(Mbah Precet) Yang dihukum mati kemudian dimakamkan di situ, dan pada zaman dahulu di sekitar lokasi itu sangat angker," kata Dhani.

Namun, lanjut Dhani kalau dilihat dari toponimi atau asal usul penamaan wilayah, kata Dhani, arti Precet adalah orang kecil. Dhani menceritakan Kampung Teposonan tempat Mbah Precet dimakamkan, ada tiga tokoh penting yang menjadi penanda Kampung Teposonan.

"Yakni Teposono 1 di era Panembahan Senopati, awal Kerajaan Mataram Islam. Teposono ke-2 adalah putra Amangkurat IV adalah ayah dari RM Garendi (Sunan Kuning) pemimpin pemberontakan Geger Pecinan di Kartasura, karena sakit hati terhadap peristiwa hukuman mati ayahnya. Sementara yang terakhir adalah Teposono 3 putra dari Paku Buwono ke-4", urainya.

"Lantas pertanyaannya, apa hubungan Kiai Precet dengan dua tokoh Teposono ini, yang jelas ketiganya sama sama dihukum mati. Dan semuanya adalah tokoh yang menjadi legenda di bumi Mataram," lanjut Dhani.

Dhani mengungkap komunitasnya belum banyak melakukan riset dan penelitian soal makam Mbah Precet. Namun, kata Dhani, sudah ada beberapa diskusi sebelumnya sudah menyinggung soal sejarah makam Mbah Precet. Dhani berharap bisa kembali memulai riset karena banyak kegiatan komunitasnya yang tertunda gegara pandemi Corona.

Halaman

(sip/mbr)