PDIP Jateng Perintahkan Seluruh DPC Kibarkan Bendera Partai

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 26 Jun 2020 18:23 WIB
Foto apel pengibaran bendera di kantor DPD PDIP Jateng.
Foto apel pengibaran bendera di kantor DPD PDIP Jateng. (Foto: Istimewa)
Semarang -

Merespons peristiwa pembakaran bendera PDI Perjuangan di Jakarta, DPD PDIP Jawa Tengah melakukan gerakan mengibarkan bendera. Sedangkan sayap partai yaitu Banteng Muda Indonesia (BMI) melakukan pertemuan dengan kepolisian terkait peristiwa pembakaran bendera PDIP.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Kusriyanto mengatakan rapat dengan DPP PDIP digelar secara virtual untuk membahas perkara itu, Kamis (25/6). DPD PDIP Jateng kemudian memilih pengibaran bendera dalam gerakan Satu Bendera Dibakar, Sejuta Bendera Berkibar.

"Untuk di Jawa Tengah kami sudah menginstruksikan pemasangan bendera partai di seluruh DPC," kata Bambang dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (26/6/2020).

Bambang menjelaskan saat ini pihaknya mendukung penuh langkah partai yang menempuh jalur hukum.

"Kami, jajaran PDI Perjuangan di Jateng mendukung penuh langkah partai untuk menempuh jalur hukum," ujarnya.

DPC BMI Kota Semarang mendatangi Mapolrestabes Semarang bahas pembakaran bendera, Jumat (26/6/2020).DPC BMI Kota Semarang mendatangi Mapolrestabes Semarang bahas pembakaran bendera, Jumat (26/6/2020). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Terpisah, beberapa orang anggota DPC BMI Kota Semarang mendatangi Maporestabes Semarang. Mereka melakukan konsolidasi dengan kepolisian untuk mendukung penuntasan kasus hukum terhadap pembakar bendera PDIP.

"Kita bergerak untuk mendatangi kepolisian di Polrestabes Semarang. Dalam hal ini sampaikan pernyataan sikap kita," kata Ketua DPC BMI Kota Semarang, Arisanto di Mapolrestabes Semarang hari ini.

Sikap DPC BMI Kota Semarang yaitu satu, menaati perintah harian ketua umum. Yang kedua mendukung Polri untuk mengusut tuntas kasus pembakaran bendera PDIP.

"Ketiga kita dari BMI Kota Semarang siap menunggu perintah pimpinan partai," ujarnya.

(rih/rih)