Kota Pekalongan Tetapkan Tanggap Darurat Banjir Rob Hingga 17 Juni

Robby Bernardi - detikNews
Jumat, 05 Jun 2020 13:06 WIB
Tujuh ribu kepala keluarga di Kota Pekalongan terdampak banjir rob. Banjir rob tersebut diketahui terjadi akibat sejumlah faktor.
Banjir rob di Kota Pekalongan. (Foto: Robby Bernardi)
Kota Pekalongan -

Pemkot Pekalongan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir rob yang melanda daerahnya. Tanggap darurat diberlakukan hingga 17 Juni 2020.

Wali Kota Pekalongan, M Saelany Machfudz menjelaskan kawasan utara di Kota Pekalongan sejak awal bulan hingga saat ini terjadi bencana banjir rob. "Kita melakukan koordinasi dengan semua instansi dan melakukan pernyataan Kota Pekalongan status tanggap darurat," kata Machfudz dalam keterangan pers, Jumat (5/6/2020).

Status tanggap darurat bencana rob tersebut tertuang dalam Surat Nomor 362/1358 Tahun 2020. Status tanggap darurat bencana rob berlaku selama 14 hari sejak tanggal 4 Juni 2020 sampai tanggal 17 Juni 2020.

"Dengan adanya tanggap darurat ini, kita akan memudahkan penganggaran dari cadangan anggaran bisa kita ambil," jelas Saelany tanpa menyebut angka dari anggaran untuk tanggap darurat tersebut.

"(Anggaran) masih kita identifikasi. Karena memang, dana tanggap darurat ini sangat terbatas, apalagi dengan adanya COVID-19. Oleh karena itu pengambilannya akan kita sesuaikan dengan kajian teman-teman di lapangan," lanjutnya.

Simak video 'Pesisir Jakarta Utara Dilanda Banjir Rob':

Selanjutnya
Halaman
1 2