Petugas Medis Corona Sragen yang Diancam Via WA Akhirnya Angkat Bicara

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 18:29 WIB
S, tenaga medis Corona di Sragen yang mendapat ancaman via WA
S, tenaga medis Corona di Sragen yang mendapat ancaman via WA. (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

S (50), tenaga medis Puskesmas Kedawung, Sragen, buka suara terkait intimidasi via WhatsApp (WA) yang diterimanya saat menangani pasien positif Corona (COVID-19). Hingga saat ini, S mengaku tidak mengetahui apa penyebab pengirim pesan merasa dizalimi hingga nekat mengancamnya.

Namun demikian S mengaku tidak menyimpan dendam dan berharap bisa merangkul dan memberi pemahaman si pengancam.

Kepada wartawan, S menceritakan awal mula dirinya menangani pasien dari salah satu klaster, yang tinggal di wilayah Kecamatan Kedawung. Menurut S, pasien yang ditanganinya awalnya berontak dan tidak kooperatif. Namun dengan berbagai penyuluhan dan pendekatan, pasien positif Corona tersebut akhirnya melunak.

"Memang klaster ini agak beda dengan yang lain. Namun dengan berbagai pendekatan akhirnya mereka nurut hingga mau diisolasi. Selang beberapa hari, saya dapat WA (ancaman) seperti itu, otomatis saya kan kaget," ujar S kepada detikcom, Senin (1/6/2020).

Pesan melalui WA tersebut, diterima S Jumat (29/5) pagi. Dalam pesannya, pengirim mengaku sebagai koordinator klaster dari pasien positif Corona yang ditangani S. Pengirim merasa dizalimi dan mengirimkan rentetan pesan bernada ancaman kepada S.

"Sebelumnya, Kamis malam nomor itu sempat telepon saya sepuluh kali lebih. Namun tidak saya angkat karena sudah malam. Paginya baru saya telepon balik, namun selalu di-reject hingga tiga kali. Akhirnya dia malah mengirim pesan (ancaman) seperti itu," urai S.

Tonton juga 'Tolak Penjemputan, Puluhan Warga Jaga Rumah Pasien Corona':

[Gambas:Video 20detik]