Mudun Lemah, Tradisi Bagi Bayi yang Masih Dilestarikan di Jepara

Dian Utoro Aji - detikNews
Minggu, 31 Mei 2020 15:40 WIB
Prosesi mudun lemah di Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung, Jepara, Minggu (31/5/2020).
Prosesi mudun lemah di Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung, Jepara, Minggu (31/5/2020). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Jepara -

Pasangan suami istri Ridwan (31) dan Rokhis Amaliyah (28) warga Desa Sowan Lor Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah masih melestarikan tradisi mudun lemah (turun ke tanah) di bulan Syawal. Tradisi ini dilakukan bagi bayi yang baru bisa berjalan, dengan tujuan agar si bayi memiliki sifat mandiri ketika dewasa nanti.

Acara tradisi mudun lemah digelar dengan sederhana di kediamannya di RT 09/RW 2 Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung, Jepara, Minggu (31/5/2020). Tradisi ini bagi anak keduanya bernama Izzah Nailal Inayah yang baru berusia 1,5 tahun.

Dari pantauan detikcom, puluhan warga juga terlihat datang memeriahkan acara tradisi itu. Acara dibuka dengan menyalakan petasan di halaman rumah.

Setelah itu, disiapkan tangga yang terbuat dari batang tebu dan sangkar terbuat dari bambu di depan rumah. Tradisi dimulai dengan si bayi menaiki tangga dari bambu dengan digendong ayahnya.

Prosesi mudun lemah di Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung, Jepara, Minggu (31/5/2020).Prosesi mudun lemah di Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung, Jepara, Minggu (31/5/2020). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom

Setelah menaiki tangga, si bayi kemudian bermain di dalam sangkar yang telah disediakan. Tampak si bayi ketika di dalam sangkar menangis.

Ketika proses itu selesai kemudian dilanjutkan dengan membagi-bagi uang recehan kepada para anak-anak hingga orang dewasa yang datang.

Terakhir, tradisi ditutup dengan doa. Doa dipanjatkan oleh tokoh masyarakat setempat dengan tujuan agar si bayi diberikan keselamatan, kesehatan, dan kemudahan rezeki saat dewasa nanti.

Ayah si bayi, Ridwan (31) mengatakan, acara ini sebagai tradisi turun-menurun. Acara mudun lemah biasanya dilakukan di bulan Syawal atau sepekan setelah hari raya Idul Fitri.

"Mengikuti tradisi adat Jawa setiap lebaran hari ketujuh hari raya kupatan. Saya sebagai orang tua melaksanakan kewajiban mengikuti tradisi leluhur, nguri-nguri budaya leluhur dan melestarikan budaya leluhur, yakni dengan acara upacara mudun lemah anak yang kedua ini," jelas Ridwan saat ditemui di rumahnya, Minggu (31/5/2020).

Selanjutnya
Halaman
1 2