Dokter Hewan UGM Duga Balita Tsamara Bukan Digigit Kutu Kucing Tapi Pinjal

Aditya Mardyastuti - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 11:43 WIB
Tsamara Kumaira Mariba, balita di Sragen yang tangan kanannya infeksi usai digigit kutu kucing, Jumat (6/3/2020).
Balita Tsamara semasa hidupnya. (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Yogyakarta -

Tsamara Khumaira Mariba, balita perempuan yang pergelangan tangannya nyaris diamputasi akibat tumor yang berawal dari gigitan kutu kucing, meninggal dunia pada Kamis (28/5) dini hari. Dokter dari Fakultas Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) menduga Tsamara digigit pinjal bukan kutu kucing.

"Kesimpulan saya itu yang di Sragen bukan kutu, tapi pinjal. Pinjal bisa melompat sejauh 2 m," kata dosen Departemen Parasitologi FKH UGM, Dr drh Ana Sahara MSi kepada detikcom lewat pesan singkat, Sabtu (30/5/2020).

Ana yang juga membidangi ektoparasit ini menjelaskan beda kutu kucing dengan pinjal ada di makanannya. Dia menuturkan kutu kucing memakan jaringan dari inangnya sedangkan pinjal menghisap darah dari inang.

Dia menyebut gigitan kutu maupun pinjal tidak berbahaya bagi manusia dan bisa diobati. Hanya, saja untuk kasus balita Tsamara ada dugaan luka itu terinfeksi bakteri.

"Saya udah berbincang dengan dokter anak. Kemungkinan itu sepsis atau juga bisa juga tumor. Sepsis itu karena lukanya tak terawat sehingga bakteri masuk dr luka ke pembuluh darah," jelasnya.

Tonton juga 'Main Korek Api, Dua Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2