Dicatut dalam Teror Diskusi, Muhammadiyah: Itu Oknum yang Mau Adu Domba

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 11:08 WIB
Diskusi Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan oleeh CLS Yogya
Poster diskusi yang digelar mahasiswa FH UGM. (Foto: Istimewa)
Yogyakarta -

Nama Muhammadiyah dicatut dalam aksi teror kepada orang-orang yang terlibat diskusi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) berjudul 'Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'. PP Muhammadiyah menduga orang yang mengirim pesan teror itu merupakan oknum yang bertujuan mengadu domba.

"Saya menduga, orang tersebut oknum yang hanya menebar teror dan mengadu domba Muhammadiyah dengan pihak lain. Terbukti, nomor HP yang dipakai berbeda," kata Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti melalui pesan singkat kepada detikcom, Sabtu (30/5/2020).

Sebab, kata Abdul Mu'ti, sebagai organisasi yang bergerak dalam pendidikan, Muhammadiyah sejak awal sangat mendukung nalar kritis dan kajian ilmiah sebagai bagian dari amar ma'ruf nahi munkar. Muhammadiyah juga menolak dan menentang cara-cara kekerasan dalam bentuk apapun dalam menyampaikan gagasan dan dakwah.

"Karena itu cara-cara kekerasan, termasuk teror seperti yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan Muhammadiyah, jelas bukan merupakan karakter dan kepribadian kader dan warga Muhammadiyah," ujarnya.

Abdul menambahkan, saat ini PP Muhammadiyah sedang menelusuri pihak yang mengatasnamakan Muhammadiyah Klaten tersebut. Mengingat pihak PP Muhammadiyah tidak tahu menahu terkait adanya diskusi tersebut.

"Muhammadiyah tidak tahu, dan tidak tahu menahu soal seminar (diskusi) mahasiswa di UGM. Kalau ada oknum yang mengatasnamakan Muhammadiyah jelas bukan atas persetujuan dan sepengetahuan Muhammadiyah, termasuk Muhammadiyah Klaten," ucapnya.

"Saat ini PP Muhammadiyah sedang mengumpulkan informasi terkait orang yang mengancam dengan mengatasnamakan Muhammadiyah Klaten," lanjut Abdul.

Bahkan, guna memastikan siapa pengirim pesan itu, Muhammadiyah melaporkannya kepolisian.

"Muhammadiyah meminta kepada kepolisian untuk dapat melacak pemilik nomor HP tersebut. Termasuk klarifikasi kepada pihak UGM," katanya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2