Sambut Lebaran Ketupat, Warga Kudus Ramai-ramai Beli Janur

ADVERTISEMENT

Sambut Lebaran Ketupat, Warga Kudus Ramai-ramai Beli Janur

Dian Utoro Aji - detikNews
Jumat, 29 Mei 2020 15:19 WIB
Sambut Lebaran Ketupat, warga Kudus ramai-ramai membeli janur
Foto: Sambut Lebaran Ketupat, warga Kudus ramai-ramai membeli janur. (Dian Utoro Aji/detikcom)

Yanto mengaku mulai berjualan janur pada Selasa (26/5). Tahun ini, Yanto mengaku mengurangi stok janur yang ia bawa setiap harinya. Jika biasanya dia membawa hampir 10 ikat janur, tahun ini dia hanya membawa lima ikat janur. Untuk diketahui, satu ikat yang disebutnya pocon janur berisi seribu lembar janur.

"Padahal tahun kemarin bisa 8-10 pocong sehari. Tapi ini barang berkurang dan harganya mahal," terangnya.

Diwawancara terpisah, Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengaku tidak melarang penjualan janur di jalan-jalan. Dia mengingatkan saat beraktivitas di keramaian, warganya tetap taat pada protokol kesehatan.

"Untuk janur di jalan-jalan. Harus kita berkoordinasi, karena kita sendiri tidak ada larangan terhadap penggunaan janur ini. Kalau kerumunan (tradisi Sewu Kupat dan Bulusan) kita di Kudus ditiadakan. Tapi kalau Kupatan di rumah dipersilahkan, karena tradisi Kupatan ini sudah ada sejak lama dan tidak bisa dilepaskan," jelas Hartopo.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi menambahkan, meski penjualan janur di tepi-tepi jalan itu memicu kerumunan diharapkan warga tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Yang jelas protokol kesehatan tempat umum mestinya diikuti," tambahnya.


(ams/sip)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT