Sambut Lebaran Ketupat, Warga Kudus Ramai-ramai Beli Janur

Dian Utoro Aji - detikNews
Jumat, 29 Mei 2020 15:19 WIB
Sambut Lebaran Ketupat, warga Kudus ramai-ramai membeli janur
Foto: Sambut Lebaran Ketupat, warga Kudus ramai-ramai membeli janur. (Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Meski di tengah pandemi virus Corona, warga di Kabupaten Kudus berbondong-bondong ke pasar untuk membeli janur. Janur ini akan digunakan untuk membuat ketupat demi menyambut Lebaran Ketupat tahun 2020.

Pantauan detikcom, di depan Pasar Bitingan Kudus, Jumat (29/5/2020) tampak puluhan pedagang berjajar menjajakan janur. Para pedagang itu juga tampak sibuk merangkai janur menjadi ketupat.

Beberapa pedagang menggelar lapaknya di trotoar. Ada yang memakai masker, namun lebih banyak yang melepas maskernya meski hanya diikatkan di lehernya.

Tradisi Lebaran Ketupat ini biasa dirayakan sepekan setelah Idul Fitri. Salah seorang warga bernama Wati mengaku sengaja datang ke pasar untuk membeli janur demi tradisi kupatan.

"Ya meski pandemi (virus Corona) begini tetap cari janur. Tadi beli 20 janur kelapa," kata Wati saat ditemui detikcom pagi ini.

Hal senada juga disampaikan Suyanto yang tetap nekat ke pasar di tengah pandemi virus Corona ini. Dia mengaku tak lengkap tradisi Syawalan ini tanpa ketupat.

"Tetap beli janur. Yang penting jaga kebersihan dan kesehatan. Tidak masalah," ujar Suyanto.

Sementara itu, salah satu pedagang Yanto mengaku ada Lebaran Ketupat tahun ini berbeda jika dibandingkan tahun lalu. Pria asal Jepara itu menyebut harga janur saat masa pandemi virus Corona ini menjadi lebih mahal.

"Setiap tahun berjualan di sini (di depan Pasar Bitingan Kudus). Ya tahun ini pembeli kurang karena masalahnya mahal barangnya dan jumlah janur kurang banyak," jelasnya.

Dia menuturkan harga janur per satu ikat berisi 10 lembar janur dihargai Rp 9 ribu. Sementara tahun lalu harga satu ikat janur hanya Rp 6-7 ribu.

"Jualnya satu iket itu 10 lembar, harga Rp 9 ribu. Tahun lalu harganya Rp 6 ribu-7 ribu," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2