Sempat Jadi Zona Merah, Desa di Klaten Ini Tetap Gelar Salat Id Berjemaah

Achmad Syauqi - detikNews
Minggu, 24 Mei 2020 08:49 WIB
Suasana salat Id berjemaah di Dusun Jlobo, Klaten, Minggu (24/5/2020)
Foto: Suasana salat Id berjemaah di Dusun Jlobo, Klaten (Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Salat Idul Fitri berjemaah di wilayah RW 1, Desa Jlobo, Kecamatan Wonosari, Klaten berlangsung khusyuk. Khotbah dipercepat dan ditutup tanpa bersalaman satu sama lain.

Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (24/5), salat di RW itu dimulai pukul 06.30 WIB. Ada sekitar 50 orang jemaah yang salat Id di jalan dusun, sementara warga lainnya juga tampak salat di teras rumah.

Khotbah berlangsung sekitar 10 menit dan berisi imbauan agar para jemaah tetap tenang menghadapi virus Corona (COVID-19) serta mentaati protokol kesehatan. Salat Id ditutup dengan doa agar terhindar dari virus Corona dan tanpa saling bersalaman setelahnya.

Di RW ini sempat ditemukan kasus virus Corona. Meski sudah sembuh, warga tersebut juga tidak bergabung untuk salat berjemaah.

"Di sini tiga warga sudah sembuh dan satu masih dirawat. Yang sembuh tidak ikut salat sebab sedang isolasi di rumah 14 hari," kata imam dan khatib salat Idul Fitri Hamzah, di RW 1 Desa Jlobo, Kecamatan Wonosari, Minggu (24/5/2020).

Hamzah menuturkan salat Id berjemaah di kampungnya digelar secara mandiri bukan dari pihak pengurus masjid.

"Masyarakat sudah kondusif tapi masih ada sebagian yang takut. Masjid tidak mengadakan tapi yang mengadakan warga secara umum," sambung Hamzah.

Dia menyebut di wilayahnya pernah menjadi zona merah virus Corona. Pelaksanaan salat Id berjemaah pun mengundang perdebatan, tapi tetap kondusif.

"Yang di rumah tidak memaksakan, yang di jalan sini juga tidak memaksakan. Semua memahami dan masyarakat kondusif," jelas Hamzah.

Tonton juga video Bagaimana Hukum Salat Id dan Ikuti Khotbah Via Livestreaming?:

Selanjutnya
Halaman
1 2