Muhammadiyah Menolak Berdamai dengan Corona: Istilahnya Tak Tepat

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 11:45 WIB
Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (19/11/2018).
Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta (Foto: dok. detikcom)
Yogyakarta -

PP Muhammadiyah menilai kebijakan pengenduran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan istilah berdamai dengan virus Corona atau COVID-19 tidak tepat. Sebab, nasib para tenaga kesehatan dan warga yang terpapar virus Corona dipertaruhkan.

"Kebijakan mengendurkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pernyataan berdamai dengan virus Corona di saat seperti ini bukanlah suatu sikap yang tepat karena di sisi lain ada nasib para tenaga kesehatan dan warga masyarakat yang terpapar yang dipertaruhkan," ujar Ketua Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah, Agus Samsudin, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (20/5/2020).

Agus menyatakan para tenaga kesehatan saat ini bertaruh nyawa menyelamatkan mereka yang terpapar virus Corona, sehingga mereka harus dijaga agar dapat bekerja dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Agus menyampaikan pergerakan grafik kasus virus Corona di Tanah Air masih terus naik dari hari ke hari. Menurutnya, belum ada tanda-tanda melandai.

Selain itu, lanjut Agus, melihat situasi terkait kebijakan-kebijakan pemerintah dalam penanganan virus Corona serta respons masyarakat, MCCC PP Muhammadiyah bersikap untuk terus melawan penyebaran virus Corona.

"Berbagai indikator perkembangan wabah COVID-19 yang masih terus menunjukkan tren kenaikan dari jumlah kasus maupun korban meninggal justru harus meningkatkan upaya perlawanan terhadap penyebarannya," kata Agus.

Sebagai wujud perlawanan terhadap penyebaran virus Corona, kata Agus, Muhammadiyah melalui jaringan strukturnya dari tingkat pusat hingga ranting terus melakukan berbagai upaya dalam rangka penanganan wabah virus Corona di Indonesia. Kebijakan penanganan COVID-19 dibuat di tingkat Pimpinan Pusat dan diterjemahkan dalam aksi di lapangan dengan ujung tombaknya berada di pimpinan cabang (PCM) dan ranting muhammadiyah (PRM), selain amal usaha Muhammadiyah (AUM).

Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting PP Muhammadiyah Ahmad Norma Permata menambahkan cabang dan ranting Muhammadiyah mempunyai peran yang penting dalam kerja-kerja penanganan wabah virus Corona. Menurutnya, cabang dan rantinglah yang selama ini bersentuhan langsung dengan persoalan keseharian warga dan terhubung secara horisontal dengan struktur pemerintahan kecamatan, desa, sampai RT-RW.

Tonton video 'Jokowi Ajak Berdamai dengan Corona, JK: Istilahnya Kurang Pas':

Selanjutnya
Halaman
1 2