Kaji Fenomena Kesurupan, Dosen Unika Semarang Raih Gelar Doktor di UGM

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 03:51 WIB
Dr Siswanto MSi Psikolog angkat tema kesurupan jadi disertasi
Foto: Dr Siswanto MSi Psikolog angkat tema kesurupan jadi disertasi (dok.Unika Soegijapranata)
Semarang -

Seorang dosen psikologi Unika Soegijapranata Semarang, Dr Siswanto MSi Psikolog baru saja menyelesaikan studi doktoralnya di Program Doktor Ilmu Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Uniknya, objek yang diteliti Siswanto mengenai kesurupan.

Disertasi tentang kesurupan tersebut berjudul "Konstruksi Keyakinan Agama Personal Pada Individu yang Pernah Mengalami Gangguan Kesurupan". Disertasi ini diuji pada 13 Desember 2019 lalu, dan dinyatakan lulus serta diwisuda pada Rabu (22/4).

"Tema disertasi saya memang berbau supranatural bagi kebanyakan orang. Jadi tema ini nampaknya juga tidak umum untuk di Indonesia. Lalu saya memang sempat sedikit mengalami kesulitan awalnya berkaitan dengan sumber data, teori, kemudian juga penguji, sehingga membutuhkan usaha lebih keras bagi saya untuk meyakinkan penguji bahwa tema ini layak untuk diangkat dalam tema disertasi," kata Siswanto dalam siaran pers dari Unika, Selasa (19/5/2020).

Siswanto mengaku tema kesurupan memang kerap dia bawa ketika memberikan kuliah atau menjadi narasumber. Tema itu juga dia bawa saat mengisi kuliah di Jurusan Psikologi Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Negeri Makassar, Ukrida, Unika Surabaya, IPK Aceh, S2 Psikologi UGM Yogyakarta, IPK Jateng, Fakultas Teologi UKDW, STT Abdiel Semarang, API Indonesia,Universitas Ciputra Surabaya, Unika Musi Charitas Palembang, Universitas Sebelas Maret Solo, dan beberapa lembaga keagamaan lainnya.

"Bahwa tema kesurupan itu sifatnya bukan supranatural tetapi memang bisa dilihat dari sisi ilmiah. Seperti yang sering saya sampaikan dalam setiap memberikan kuliah atau menjadi narasumber di berbagai kuliah umum, seminar, dan pelatihan mengenai kesurupan dan penanganannya," jelasnya.

Siswanto menyebut dalam proses penyelesaian disertasi itu, dia sempat magang di Makassar selama tiga bulan. Studi pendahuluannya juga tidak lepas dari pengalaman mahasiswa yang pernah kesurupan di Universitas Negeri Makasar.

"Saya memiliki kerinduan, masyarakat Indonesia ini kan sebagian besar masih percaya dengan hal-hal yang sifatnya gaib, lalu kenyataan bahwa kebiasaan-kebiasaan tersebut tetap dilanggengkan padahal beberapa penanganannya justru kurang sehat," jelasnya.

Dia berharap penelitian ilmiahnya ini bisa membuka pandangan masyarakat soal kesurupan yang tak selalu berbau mistis. Sebab, ada penjelasan ilmiah mengapa peristiwa itu bisa terjadi.

"Saya berharap penelitian saya menjadi salah satu yang membuka wawasan orang Indonesia terutama yang membaca penelitian saya bahwa yang selama ini dianggap berbau magic dan supranatural itu sebenarnya secara psikologi juga ada penjelasannya secara ilmiah," harapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2