348 Orang dari Klaster Indogrosir Ikut Rapid Test Gelombang ke-2, 18 Reaktif

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 18:46 WIB
Rapid test massal klaster Indogrosir Sleman di GOR Pangukan, Selasa (19/5/2020).
Foto: Rapid test massal klaster Indogrosir Sleman di GOR Pangukan, Selasa (19/5/2020). (Dok Humas Pemkab Sleman)
Sleman -

Setelah sepekan pelaksanaan rapid test atau test cepat gelombang pertama, Pemkab Sleman kembali melakukan rapid test massal untuk pengunjung Indogrosir. Hal ini untuk memastikan pengunjung tidak terpapar virus Corona.

"Pelaksanaan rapid test hari ini adalah putaran kedua dari kegiatan RDT yang sebelumnya. Dilaksanakan sebagai tindak lanjut pemeriksaan konsumen Indogrosir yang datang ke Indogrosir periode 19 April-4 mei 2020," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo kepada wartawan di lokasi rapid test, GOR Pangukan, Sleman, Selasa (19/5/2020).

Joko merinci peserta tes hari ini sebanyak 348 orang. Mereka terdiri dari peserta rapid test gelombang pertama dengan hasil non reaktif, dan pada tes kedua ini ditemukan 18 orang yang reaktif.

"Yang datang mengikuti tes adalah 348 orang dan hasilnya 18 orang reaktif. Memang bisa jadi kalau pada tes pertama hasilnya non reaktif tapi pada tes kedua hasilnya reaktif karena baru terbentuk antibodi," ungkapnya.

Sesuai protokol kesehatan Pemkab Sleman, mereka yang reaktif kemudian dipindahkan ke Asrama Haji untuk menjalani isolasi. Sejauh ini, semua pengunjung Indogrosir telah menjalani swab test.

"Hari ini semuanya telah di-swab kalau hasilnya memang belum semua hasilnya keluar," ungkapnya.

Joko menambahkan, rapid test ini masih akan dilakukan dua kali lagi. Yakni pada tanggal 20 Mei dan 27 Mei mendatang.

"Masih dua kali lagi tanggal 19 Mei untuk yang kemarin RDT hari kedua dan tanggal 27 Mei untuk RDT hari ketiga dan digabung dengan yang ASN kemarin," jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Sleman telah menggelar rapid test massal klaster Indogrosir Sleman sebanyak empat kali. Tiga kali untuk masyarakat umum dan satu kali untuk ASN. Hasilnya, total ada 66 orang yang dinyatakan reaktif saat rapid test.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2