TRMS Banjarnegara Tutup Gegara Corona, Orang Utan Ini Diajak Jalan-jalan

Uje Hartono - detikNews
Selasa, 05 Mei 2020 15:33 WIB
Kondisi kebun binatang Serulingmas di Banjarnegara saat pandemi Corona, Selasa (5/5/2020).
Kondisi kebun binatang Serulingmas di Banjarnegara saat pandemi Corona, Selasa (5/5/2020). (Foto: Uje Hartono/detikcom)

Lulut juga menyampaikan, perawatan dan pemberian pakan satwa hingga saat ini masih berjalan seperti biasa. Kebutuhan pakan satwa di TRMS Banjarnegara masih tercukupi hingga saat ini.

"Sampai sekarang kebutuhan pakan satwa masih cukup. Kami memprediksi stok pakan ini masih cukup hingga akhir tahun 2020. Kalau ternyata sampai tahun depan, kami masih belum tahu," tuturnya.

Kondisi kebun binatang Serulingmas di Banjarnegara saat pandemi Corona, Selasa (5/5/2020).Kondisi kebun binatang Serulingmas di Banjarnegara saat pandemi Corona, Selasa (5/5/2020). Foto: Uje Hartono/detikcom

Adapun kebutuhan pakan satwa di TRMS Banjarnegara ini mencapai Rp 100 juta setiap bulannya. Saat ini ada 157 satwa dengan 45 jenis satwa.

"Kalau kebutuhan pakan itungannya per bulan. Itu sampai Rp 100 juta. Untuk karnivora di sini ada empat harimau, dua singa, buaya besar tiga dan buaya kecil ada beberapa. Dan ada juga burung pemakan daging seperti elang. Untuk harimau aja satu hari biasanya 6 kilogram daging," jelasnya.

Sementara itu, menghadapi kondisi pandemi Corona, pihak TRMS memanfaatkan media sosial untuk menyapa pecinta satwa yang berada di rumah. Dengan menggunakan media sosial Instagram, pihak kebun binatang ini berharap pecinta satwa tetap bisa berinteraksi di tengah pandemi ini.

"Jadi kalian tetap di rumah, biarkan kami yang datang ke rumah melalui live di Instagram," kata Lulut.

Live Instagram yang dilakukan setiap minggu ini mengulas setiap jenis satwa yang ada di kebun binatang Serulingmas. Misalnya primata, harimau dan jenis satwa lainnya.

"Jadwalnya seminggu sekali pada hari Selasa, atau Kamis. Biasanya kami membahas tentang satwa. Dan ada tanya jawabnya juga," ujarnya.

Lulut juga menyampaikan, akibat adanya pendemi ini, banyak rencana pembangunan yang terpaksa ditunda. Termasuk rencana mendatangkan gajah di tahun 2020.

"Rencananya tahun ini kami akan banyak berbenah, baik itu taman ataupun sarana prasarana lain. Termasuk rencana mendatangkan gajah. Terpaksa itu semua di-pending dulu," tuturnya.


(rih/ams)