Pasien Corona di Boyolali Tambah 6 Orang, 4 dari Klaster Gowa

Ragil Ajiyanto - detikNews
Selasa, 05 Mei 2020 14:24 WIB
Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina memberikan keterangan pers, Selasa (5/5/2020).
Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina memberikan keterangan pers, Selasa (5/5/2020). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Jumlah warga di Kabupaten Boyolali yang dinyatakan positif terpapar virus Corona atau COVID-19 bertambah enam orang. Empat pasien di antaranya dari klaster Gowa.

"Hasil pemeriksaan laboratorium BBPPVRP Salatiga dari pengambilan sampel swab, ditemukan beberapa warga Boyolali yang positif COVID-19. Ada enam orang yang ditemukan positif hasil pemeriksaan PCR-nya," kata Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri S Survivalina, dalam keterangan pers di kantornya, Selasa (5/5/2020).

Sehingga di Boyolali hingga saat ini ada 13 orang yang dinyatakan positif COVID-19. Dari jumlah tersebut, dengan rincian 11 orang masih dalam perawatan, satu orang sudah sembuh dan satu pasien meninggal dunia.

Dijelaskan Lina, tambahan enam kasus COVID-19 tersebut yakni dari klaster Gowa ada empat orang. Masing-masing berinisial WH (47) dan MR (68) keduanya warga Kecamatan Ampel, Boyolali. Selanjutnya, SR (41) dan NJ (44), keduanya dari Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

"WH, hasil tracing sementara ditemukan kontak erat sebanyak 3 orang. Untuk MR sedang dilakukan tracing. Kemudian untuk SR, kontak erat hasil tracing sementara sebanyak 4 orang dan NJ ada 7 orang," paparnya.

Kemudian anak berusia 13 tahun dari Kecamatan Simo, Boyolali. Dia merupakan kontak erat dengan pasien Kasus 01 yang juga dari Kecamatan Simo.

"Sampai saat ini yang bersangkutan masih menjalani karantina mandiri dan ini dalam proses nanti akan kita laksanakan karantina di rumah sakit darurat COVID-19," jelasnya.

Kondisi kesehatan anak itu cukup baik. Tidak ada gejala-gejala yang dirasakan. Sedangkan hasil tracing sementara dengan anak ini ada kontak erat tujuh orang.

"Yang sudah dilakukan rapid test tiga orang hasilnya non reaktif, sedangkan lainnya ini dalam proses untuk dilakukan rapid test," tambah dia.

Pemerintah Akui Penanganan Corona Terkendala Fasilitas PCR: