Warga Klaten Terdampak Pandemi Tawarkan Ginjal, Begini Kata Tetangga

Achmad Syauqi - detikNews
Minggu, 03 Mei 2020 12:17 WIB
Pria Klaten ini rela jual ginjal usai dirumahkan gegara pandemi Corona
Foto: Pria Klaten ini menawarkan ginjalnya usai dirumahkan gegara pandemi Corona (Achmad Sayuqi)
Klaten -

Frans Larry Oktavianus, warga Klaten yang bikin heboh karena keinginannya menjual ginjal, mengagetkan warga desanya. Pengurus kampungnya tak mengira, Larry nekat menawarkan ginjalnya pada saat dirumahkan dari pekerjaan akibat pandemi.

Warga tempat dia tinggal di Dusun Karangasem, Ngering Jogonalan, Klaten tidak mengira Larry akan senekat itu. Karena Larry sebab pamit ke keluarga hanya ingin pergi ke Semarang.

"Kemarin pagi pamit sama istrinya mau ke Semarang. Cuma mau ke Semarang gitu saja," ungkap Ketua RW 4 Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan, Heru Utomo kepada detikcom di balai desa, Minggu (3/5/2020) pagi.

Heru menjelaskan, Larry memiliki 4 anak. Dari seluruh anaknya ada yang masih kecil-kecil. "Anaknya ada 4 masih kecil-kecil. Bahkan masih ada yang bayi dan yang paling besar kelas 3 SMA," lanjut Heru.


Menurut Heru, Larry bukan warga asli desa setempat. Larry berasal dari Jakarta, namun menikahi perempuan asal desa tersebut sehingga kemudian tinggal di desa itu bersama istri dan anak-anaknya.

Terakhir, sambung Heru, Larry bekerja di kota Yogyakarta di cucian mobil dan motor. Sedangkan istrinya hanya di rumah. "Terakhir informasi kerja di cucian motor di Yogyakarta. Istrinya di rumah," imbuh Heru.

Heru mengatakan keluarga Larry sebenarnya juga diperhatikan warga dan pemerintah. Sudah diusulkan untuk mendapatkan berbagai bantuan, termasuk Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

"KIS memang belum (dapat) sebab pindah KTP sini belum lama, baru 3 bulan yang lalu. Tapi sudah kita usulkan," kata Heru.

Terkait aksi nekat Larry yang ingin menjual ginjalnya dan viral, hari ini pemerintah desa dan gugus tugas pencegahan dan pengendalian Corona atau COVID-19 menggelar rapat di balai desa setemoat. Rapat dihadiri pengurus RT, pengurus RW, perangkat desa, Koramil, Polsek dan tokoh masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, Larry berjalan kaki dengan tujuan ke Semarang untuk menjual ginjalnya setelah dirumahkan karena pekerjaan sepi di tengah pandemi Corona. Larry mengaku ingin menjual ginjalnya untuk memenuhi kebutuhan hidup, kesehatan, pendidikan anak dan bayar hutang.

(mbr/mbr)