Rombongan Pemudik Kena Corona, Diketahui dari Kematian Mendadak Kerabatnya

Arbi Anugrah - detikNews
Rabu, 29 Apr 2020 10:48 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Cilacap -

Rombongan delapan pemudik yang datang dari Jakarta ke Cilacap naik mobil travel seluruhnya terpapar Corona hasil rapid test. Tes terhadap mereka dilakukan sebagai hasil tracing kejadian kakak salah satu pemudik itu meninggal mendadak setelah menerima pemudik tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap Pramesti Griana Dewi memaparkan hasil positif COVID-19 terhadap delapan orang rombongan pemudik itu diketahui ketika salah satu anggota keluarga, yang merupakan kakak salah satu pemudik tersebut, tiba-tiba meninggal dunia selang beberapa hari setelah kedatangan adiknya yang mudik itu.


Kematiannya mendadak dinilai mengejutkan karena si kakak yang meninggal itu tidak memiliki riwayat bepergian atau datang dari wilayah zona merah Corona.

"Adiknya (si pemudik) kemudian dilakukan rapid test. Hasilnya positif (Corona)," ujarnya.

Dari hasil itu, lanjut dia, kemudian petugas melakukan tracing. Pasalnya, dari keterangan si pemudik tersebut, dia pulang ke Cilacap bersama tujuh rekan lainnya dari Jakarta dengan menggunakan mobil travel bersama-sama.

Simak juga video Nekat Mudik Naik Speedboat, Warga Pangkalpinang Diamankan Polisi:



Dijelaskan pula, selama di Jakarta, mereka tinggal dalam satu kontrakan dan bekerja di tempat yang sama di sebuah perusahaan konveksi.

"Hasilnya, tujuh orang lainnya dari hasil rapid test juga positif. Dari delapan orang tersebut, terdapat satu keluarga yang terdiri atas bapak, ibu, dan anak," ucapnya.

Mendapati hasil tersebut, saat ini mereka ditetapkan menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) dan harus diisolasi di RSUD Majenang. Mereka masih menunggu hasil lab dari cek swab yang dikirim ke laboratorium di Yogyakarta, termasuk hasil pemeriksaan terhadap jasad kakak pemudik yang meninggal.


Berdasarkan hasil temuan tersebut, para pemudik yang telanjur pulang di kampung halaman diimbau mematuhi anjuran pemerintah dengan melakukan karantina selama 14 hari. Hal tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

"Jika tidak ada gejala, harus melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Jangan ke mana-mana, jangan berkerumun," jelasnya.

Jika tiba-tiba muncul gejala sakit. Diharapkan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit.

Kasus rombongan pemudik asal Cilacap terkena Corona tersebut telah menjadi perhatian pemerintah. Kasus tersebut diungkap oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebagai pengingat agar warga tidak melakukan mudik secara sembunyi-sembunyi.

(mbr/mbr)